Kitab Tafsir Al-Maraghi Karya Syaikh Ahmad Musthafa al-Maraghi
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162)
Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’an[6]: 162)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Pengumuman Nabi tentang perkara yang sangat perinsip di dalam agama sebagai hujjah untuk menolak dan membatalkan aqidah-aqidah khurafat dan musyrik.
- Ibadah shalat yang diumumkan Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam ayat di atas mencakup shalat fardhu maupun shalat sunnah (mustahab).
- Ayat ini mencakup segala amal shaleh yang merupakan tujuan hidup dari seorang mukmin yang bertauhid dan simpanan buat matinya harus dilandasi dengan keikhlasan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata.
- Seharusnyalah orang yang beriman menetapkan hatinya agar hidupnya hanya untuk Allah matinya pun untuk Allah.
- Shalat disebutkan secara tersendiri dalam ayat di atas sekalipun shalat sudah termasuk dalam pengertian nusuk (ibadad). Karena ruhnya adalah doa pengagungan terhadap yang disembah, menghadapkan hatinya pada-Nya dan merasa takut terhadap-Nya.
- Termasuk yang harus diwaspadai adalah kemusyrikan dalam PENYEMBELIHAN seperti PENYEMBELIHAN pada kuburan orang-orang shaleh.
Catatan:
Tidak sepatutnya ibadah itu kecuali hanya kepada Allah termasuk di dalamnya PENYEMBELIHAN tidak boleh melakukannya untuk selain Allah seperti sembelihan di tempat keramat, jembatan, bangunan-bangunan, roh leluhur, penjaga suatu tempat dan sebagainya
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















