Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ إِذَا قَحَطُوا اسْتَسْقَى بِالْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قَالَ فَيُسْقَوْنَ
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah Al Anshari berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku ‘Abdullah bin Al Mutsanna dari Tsumamah bin ‘Abdullah bin Anas dari Anas bin Malik bahwa ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu ketika kaum muslimin tertimpa musibah, ia meminta hujan dengan berwasilah kepada ‘Abbas bin ‘Abdul Muththalib seraya berdo’a, “Ya Allah, kami meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami, kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada-Mu dengan perantaraan paman Nabi kami,, maka turunkanlah hujan untuk kami.” Anas berkata, “Mereka pun kemudian mendapatkan hujan.” (HR. Bukhari)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Disyariatkan bertawassul kepada Allah melalui doa orang Shaleh.
- Orang shaleh yang dimaksud pada hadits di atas adalah boleh selain Nabi shallallahu alaihi wasallam seperti Abbas bin Abdul Muththalib dan boleh juga orang-orang shaleh selainnya.
- Pemahaman Umar radhiyallahu anhu adalah pemahaman yang paling lurus dan paling benar dalam hal bertawassul dibanding dengan kita, yaitu ketika terjadi musim kemarau beliau mencari orang yang shaleh untuk berdoa bukan bertawassul kepada kuburan Nabi.
- Cara tawassul yang dilakukan oleh Umar bin Khaththab dengan melalui Abbas bin Abdul Muththalib adalah tawassul yang sesuai sunnah yaitu tidak bertawassul dengan dzatnya Nabi tidak pula dengandzatnya Abbas bin Abdul Muththalib akan tetapi bertawassul melalui doanya karena amal shalehnya.
- Bertawassul kepada Allah melalui orang shaleh itu bukan bertawassul melalui dzat, kemuliaa, dan haknya akan tetapi melalui doanya dan ketundukannya serta istrighatsahnya kepada Allah.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















