Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ (19)
Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (QS. Muhammad[47]: 19)
Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa meningggal sedangkan dia mengetahui bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, niscaya dia masuk surga.” (HR. Muslim dari Utsman bin Affan)
Kandungan dari Ayat dan Hadits di Atas:
- Mengetahui tauhid merupakan syarat sahnya tauhid, orang yang jahil terhadap tauhid serupa dengan orang yang tidak memiliki tauhid.
- Siapa yang mati dalam kondisi mengetahui tauhid maka jaminannya Surga, maka sebaliknya siapa yang mati dalam kondisi tidak mengetahui tauhid maka tidak akan masuk Surga. Tidak ada amal tanpa ilmu maka tidak ada artinya sebuah ilmu tanpa dilandasi tauhid. maka dahulukanlah ilmu tauhid supaya amal dapat diterima.
- Kebodohan merupakan sesuatu yang menyebabkan seseorang terjerumus ke lembah syirik pembatal iman.
- Syahadat Laa Ilaha Illallah tidak berfaidah bagi yang mengucapkannya tanpa diilmui sebagaimana layaknya orang yang melakukan transaksi sangat besar tetapi tidak tahu dan tidak sadar tentang transaksinya maka transaksi tersebut tidak sah. Syahadat hakikatnya sebuah transaksi dengan Allah.
- Ketika orang bersyahadat dia harus sadar bahwa sedang melakukan perjanjian dengan Allah (akad), perjanjian yang sangat teguh karena itulah nilai hidup bukan sehari, bukan setahun, tapi seumur hidup. Tidak bernilai hidup seseorang tanpa akad syahadatnya.
Diringkas dari:
1. Bunga Rampai Rukun Islam “Makna Dua Kalimat Syahadat” — Dr. Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan & Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
2. Memurnikan Laa Ilaaha Illallaah — Syaikh Taqiyuddin Ahmad al-Muqrizi
3. Agar Syahadat Anda tidak Sia-sia — Abdul Man’im Masthafa
4. Kitab Tauhid “Memurnikan Laa Ilaaha Illallaah” — Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
5. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah — Yazid bin Abdul Qadir Jawas
6. Kuraih Surga dengan Syahadat — Yuyu Wahyudin Kusnadi, Lc.
7. Al-Islam — Said Hawwa
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















