Pelaksanaan Safari Dakwah Dzulhijjah 1445 Hijriah yang programkan Tajdidul Iman (TI), dari tanggal 8 hingga 16 Juni 2024 pada 9 Mesjid se Kota Makassar dan Kab Maros semakin diminati. Membludaknya dikarenakan jamaah TI sendiri mencapai ratusan orang ditambah simpatisan dan jamaah masjid itu sendiri.
“Saya sudah tahu ada program puasa Dzulhijjah yang dilakanakan TI dari tahun ke tahun, makanya kamipun ikut puasa. Alhamdulillah masjid kami di Perdos (Masjid Ikhtiar-red) terpilih untuk berbuka puasa, maka kamipun berbuka bersama dengan jamaah TI.” Ujar H. Muanzir salah satu jamaah masjid tersebut, Selasa (11/6)
Hal yang sama terlihat di masjid Babussalam, Paropo kota Makassar, Kamis (13/6). Sejumlah jamaah TI yang masuk kedalam masjid disambut panitia Masjid dengan senyuman dan pemberian nasi kotak, “Ini salah satu bentuk pelayanan pengurus masjid, karena kami tahu ada Jamaah TI yang akan berbuka di masjid kami ”ujar daeng yang merupakan salah satu jamaah di masjid itu.
Sementara itu di Masjid Jami’ul Ihsan Toddopuli Raya Makassar, antusias warga terus membludak, parkiran mobil dan motor saja meluber sampai d sisi jalan Toddopuli Raya. Dan tim Sapati terlihat aktif mengatur kendaraan yang akan masuk dan keluar di masjid Jamiul Ihsan.
Di masjid ini, Gurutta Kiai Sudirman, membahas Aqidah dan Ibadah Akan Datangkan Nikmat. Dirinya-pun meminta agar kita dapat memperbaiki aqidah kita sebagai bekal menghadap kepada Allah SWT,
“Perbaiki mesin aqidah kita, berharaplah hanya kepada Allah, jangan berharap kepada mahluk. Karena mahluk itu tidak bisa menolong, semakin besar harapan kita kepada mahluk, maka akan semakin besar kekecewaan yang kita dapat” tegas anre Gurutta Kiai Sudirman.
Kiai juga berharap agar dalam hidup ini, kita harus berbuat baik. “Mari paksa diri kita untuk berbuat baik, mumpung masih ada nafas yang diberikan Allah untuk kita. Sebab besok atau lusa, kalau kita sudah meninggal, maka kita pasti akan menyesal karena tidak bisa lagi dihidupkan kembali” jelasnya.
Jika kita sibuk berbuat baik, sambung kiai yang juga wakil ketua PD Muhammadiyah kota Makassar itu, maka kebaikan itu untuk diri kita sendiri. “Kebaikan itu tidak tidak akan tercecer…., tidak ada yang sia sia, tidak ada yang tertukar. Siapa yang sibuk berbuat baik, maka kebaikannya itu untuk dirinya sendiri. “ jelas Kiai Sudirman, mengutip QS Ibrahim ayat 7
Nabi Ibrahim, sambungnya, merupakan Imam bagi seluruh manusia di muka bumi ini, “Nabi Ibrahm AS imamah untuk seluruh manusia. Bukan Imam Makassar tapi Imamnya seluruh manusia. Itu setelah aqidahnya teruji. Kita tidak akan bisa menerima nikmat…, kalau tidak di uji. Itulah kenapa saat kita berpuasa dan berbuka kita merasa nikmat? Itu karena kita mampu menahan diri tidak minum dan makan selama berpuasa, makanya nikmat saat berbuka. Begitupula saat kita Meninggal kelak, Nikmat akan diraih bagi mereka yang mampu menahan hawa dan nafsunya. “ tandas Anre Gurutta Kiai Sudirman. (tim)






















