Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى (37) ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى (38) فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى (39) أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى (40)
Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (QS. Al-Qiyamah[75]: 37-40)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
1. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia dari mani kemudian berubah menjadi segumpal darah, kemudian menyempurnakan penciptaannya maksudnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan dari air mani (sperma), Allah mengubahnya menjadi darah dan daging dan membentuknya menjadi manusia yang sempurna, bisa berikir, berbicara, mendengar, melihat dari asal air mani. (Tafsir ath-Thabari — Imam ath-Thabari)
CATATAN: Mari kita renungkan!!! Bagaimana kita ini tumbuh dan berkembang dalam perut ibu kita??? Dari sperma berubah menjadi gumpalan darah (alaqah yang artinya yang menggantung) karena darah itu tadi menggantung di dinding rahim. Ternyata hampir 15 abad yang lalu al-Qur’an sudah berbicara tentang penciptaan yang begitu menakjubkan.
2. Kita dari sperma menjadi alaqah yang menurut ilmuwan panjangnya alaqah tersebut hanya 2,5 hingga 4 millimeter. Ingat!!! Kita ini hanya 2 millimeter, bayangkan ukuran kita yang begitu kecil dan kerdil!!! Sekali lagi hanya 2 millimeter. Seharusnya kita ini yang sudah gagah dan cantik malu mengingat penentangan-penentangan kita kepada Allah. Menurut para ilmuwan darah ini berubah menjadi segumpal daging yang disebut dengan mudhghah karena bentuknya yang ketika dilihat dengan kata pembesar (mikroskop) terlihat seperti sepotong daging seperti permen karet yang dikunyah lagi, sekali lagi itulah kita dari mudhghah itu, dari daging yang seperti dikunyah itu kita dipersiapkan oleh Allah (Sang Pencipta) untuk bisa mendengar, melihat dan memiliki alat pikir. Itulah maksud dari ayat:
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى (38)
Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya (QS. Al-Qiyamah[75]: 38)
(Ringkasan kitab Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsiir — Ibnu Katsir)
3. Pada saat berwujud segumpal daging itulah petunjuk penciptaan dan penyempurnaannya menjadi jelas. Menurut ilmuwan setelah pekan keenam ukuran gumpalan daging itu mencapai 16 millimeter kemudian rangka tulang baru mulai terbentuk. Bisa dibayangkan keadaan kita di awal penciptaan seperti ini. Tulang baru yang terbentuk seperti bentuknya bulan purnama lalu akhirnya Allah menyusun tulang-tulang yang telah membungkus daging tersebut menjadi susunan tubuh yang seimbang. Pertanyaannya: siapa yang mengajari tulang tersebut membungkus daging??? Itulah Dzat Pencipta yang mengajarinya sebagaimana firman-Nya:
أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ … (54)…
… Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah… (QS. Al-A’raf[7]: 54)
Tetapi seringkali kita melupakannya. (Kemukjizatan Penciptaan Manusia — Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits Jilid 2)
4. Setelah berbentuk segumpal daging pertumbuhan menuju titik puncak, menurut ilmuwan pada awal pekan kesebelas dari pertumbuhan air mani gigi mulai ditumbuhkan oleh Allah dan pada awal pekan keduabelas ukuran otak bertambah dan membesar dan pada awal pekan kedelapan belas muncul lubang-lubang di kepala serta selama 40 pekan janin di dalam rahim itu menjadi seorang anak manusia yang sempurna dari air mani terbentuk tulang, dari air mani terbentuk otak yang cerdas, dari air mani terbentuk wajah yang gagah dan cantik, dari air mani terbentuk otot-otot yang kekar, dari air mani terdapat pendengaran yang jernih, pengelihatan yang tajam. Pertanyaannya: siapa yang telah menjadikan kita bisa melihat??? Siapa yang telah menjadikan kita bisa berpikir??? Siapa yang telah meyimpan jantung pada tubuh kita??? Masih adakah alasan kita untuk menolak mengakui-Nya??? Masih adakah alasan bagi kita untuk membantah-Nya??? (Kemukjizatan Penciptaan Manusia — Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits jilid 2)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















