Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ (6) الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ (7) فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ (8)
Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah. yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. (QS. Al-Infithar[82]: 6-8)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
1. Menurut pada ilmuwan janin yang terbentuk dalam rahim ibu, awal pekan ketigapuluh janin tersebut membalik dirinya dalam rahim dan menghadapkan otaknya untuk membuka rahim. Kita tentu takjub dengan kecerdasan janin ini karena sebelum keluar janin menghimun kedua kaki mengarah ke perut, janin meletakkan kedua tangannya dan menundukkan kepalanya ke arah dada agar mudah keluar pada waktu dilahirkan. Lagi-lagi patut kita bertanya, siapa yang mengajari janin tersebut begitu cerdas untuk mengambil strategi membalik dirinya, kepalanya menghadap ke bawah??? Ini yang dimaksud oleh Allah dalam QS: Al-A’la[87]: 3
وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى (3)
Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
2. Yang lebih luar biasa lagi adalah janin pada saat dua bulan terakhir sebelum keluar ia mulai meletakkan jarinya di dalam mulutnya dan menghisapnya sebagai persiapan untuk menyusu ketika keluar dari perut ibunya. Yang menakjubkan adalah siapa yang begitu penyayang mengajari kita semua tentang hal itu. Ini salah satu pesan dari Allah:
صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ (88)…
… (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An-Naml[27]: 88)
3. Kemudian kita mendapati sesuatu yang lebih mengherankan lagi bahwa janin pada saat pendengaran dan pengelihatannya berfungsi masih tertutup matanya. Ini terjadi karena bila kedua matanya terbuka maka retina si bayi tersebut akan rusak lantaran aktifitas darah, selaput dan enzim yang ada dalam rahim ibu. Pertanyaan sebagai sebuah renungan siapa yang mengajarinya menutup kedua matanya setelah berfungsinya pendengarannya??? Karena jika dia membuka mata maka pastilah kedua matanya akan buta. Sungguh luar biasa Dzat yang mengatur semua itu. Sungguh menakjubkan Dzat yang telah menciptakan semua itu.
4. Mari kita ingat dari awal sperma yang bisa menjadi kedua mata, menjadi telinga, menjadi lisan yang berbicara, otot-otot, urat-urat, saraf, siklus darah, otak, jantung, limpah, hati, pendengaran, pembicaraan, kekuasaan untuk bergerak dan berpikir. Siapa yang memerintahkan mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar??? Siapa yang mengatakan pada hati kita “rasakanlah!”??? Siapa yang memerintahkan akal kita untuk berpikir??? Lalu jawablah dengan jujur!!! Bagaimana kita bisa membiarkan mata kita untuk melihat sesuatu yang haram??? Tidakkah kita malu berdiri dihadapan Allah yang telah memfasilitsasi semua nikmat ini??? Apa jawaban kita kelak ketika kita tidak mau sungguh-sungguh menggunakan semua nikmat ini???
5. Otak kita telah diberi kemampuan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kemampuan untuk berpikir. Berapa memori ingatan kita dan pikiran kita kepada Dzat Pencipta kita dalam sehari??? Yang mana lebih banyak kita pikirkan masalah dunia kita atau kebesaran dan keagungan Allah disekelililng kita??? Adakah kenikmatan ketika kita menyebut asma Allah di saat kita mau makan??? Adaka kenikmatan bagi pikiran kita ketika kita tersungkur sujud, berdzikir dan berdoa??? Renungkanlah ayat di bawah ini!!!
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (14)
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. Al-Mu’minun[23]: 14)
6. Kalau Dia Pencipta yang paling baik, pembentuk yang paling baik, pengatur yang paling baik. Adakah jalan bagi kita untuk mencari tuhan yang lain??? Masikah kita mau lari mencari tempat bertawakkal selain Dia??? Masih layakkah kita lari kepada tuhan-tuhan yang bathil, kepada tuhan yang lemah??? Maha Suci Allah dari segala hal yang mempersekutukan-Nya. Sekali lagi, kalau Dia-lah Allah pencipta kita yang terbaik, pemilik kita yang terbaik, penguasa kita yang terbaik, pengatur kita yang terbaik. Masih adakah peluang kita bermaksiat kepada-Nya??? Masih beranikah kita menentang-Nya??? Masih beranikah kita mengatakan “saya tidak sanggup menutup aurat saya”??? masih tertutupkah telinga kita ketika mendengar adzan berkumandang.
Diringkas dari:
Kemukjizatan Penciptaan Manusia — Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits jilid 2
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















