Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (21)
Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. Adz-Dzariyat[51]: 21)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Menurut ilmuwan: Sepotong daging yang kita makan saja bila tanpa berbagai perangkat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk proses mencerna membutuhkan waktu selama 50 tahun untuk bisa dicerna jika ia langsung masuk ke dalam perut tanpa enzim. Bayangkan untuk mengurai sepotong daging dalam perut dibutuhkan 50 tahun!!! Jadi berapa potong yang kita makan setia hari??? Dan berapa waktu yang kita butuhkan untuk mengurai makanan tersebut??? Meskipun begitu kita kadang-kadang memakan makanan tanpa menyebut Basmalah.
- Ketika sepotong daging diletakkan di dalam mulut kita, lihatlah susunan yang menakjubkan!!! Yang pertama adalah susunan gigi. Gigi itu satu-satunya tulang yang tidak tertutup. Mengapa??? Karena sang pencipta sudah mengatur untuk memberi tugas gigi untuk mengunyah. Yang kedua adalah lidah. Melalui kelenjar mulut yang menguraikan potongan daging tersebut dengan bantuan air liur. Penguraian itu terjadi agar daging bisa tersimpan dengan rapi sehingga memasuki tenggorokan dan ketika sudah masuk ketenggorongan barulah uvula (bagian langit-mangit mulut menonjok ke bawah keluar). Uvula inilah yang membatasi jalur makanan, bisa masuk ke ruang udara yang mengakibatkan tercekik atau bisa juga masuk ke tenggorokan. Bayangkan gigi, lidah, uvula saja menyembah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu mengapa kita sering menolak untuk beribadah??? Mengapa begitu berat kita mengucapkan Alhamdulillah sesudah kita memfungsikan gigi, mengfungsikan lidah dan uvula???
- Ketika makanan itu sampai di perut, perut juga mengurai enzim-enzim pencernaan. Enzim-enzim itu mencerna daging, pertanyaannya sekali lagi: siapa yang menciptakan dan mengatur semua ini??? Ada yang lebih menakjubkan lagi, yaitu: tugas lambung. Lambung itu tersusun dari daging. Enzim-enzim itu mencerna daging yang sudah lama dari luar lambung tetapi enzim itu tidak makan daging lambung karena Allah Sang Pencipta telah mengatur dengan melapisi lambung dengan selaput lendir yang bisa menghambat enzim-enzim untuk mencerna lambung. Renungkanlah kebesaran Allah dibalik ini!!! Suapan kecil saja kita tidak mampu memakannya apalagi suapan yang besar tanpa rahmat Allah. Betapa lemahnya kita dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nilai hidup kita tidak lebih besar dari nilai suapan kecil. Masikah kita berani untuk bermaksiat???
- Setelah mencerna makanan pembuluh darah mulai mengambil makanan. Pembulu darah ini tersebar diseluruh tubuh. Pembuluh darah ini pulalah yang mengantarkan cairan makanan kesetiap bagian tidak ada satu bagianpun dalam tubuh yang tidak mendapat bagian. Pertanyaan yang menakjubkan: siapa yang memerintahkan mengantar makanan kepembuluh darah ini???
- Lihat sekarang otak kita!!! Di otak kita bisa menemukan 1 milliyar sel saraf yang berhubungan dengan berbagi benang. Menurut para ilmuwan benang-benang ini perwujudan dari jaringan saraf yang berhubungan dengan setiap bagian tubuh. Jaringan ini merupakan gambaran dari berbagai pelepas dan penerima, ia menangkap informasi dan melepaskannya ke otak, otakpun merespon informasi itu bahkan yang menakjubkan lagi ilmuwan menjelaskan: proses penerimaan dan penyebaran informasi itu berlangsung sangat cepat hingga mencapai 70 mill/ jam. Masya Allah. Bahkan menurut ahlinya untuk memperlancar proses yang terjadi dalam otak dengan menggunakan komputer kita membutuhkan ruang sebesar wilayah New York untuk memasang semua perangkat ini. Subhanallah. Bayangkan tempat yang kecil yang berada di otak kita bisa terpasang sepua perangkat ini!!! Subhanallah itulah Dzat Pencipta, Pemilik, Penguasa, dan Pengatur Yang Maha Sempurna. Anehnya masih ada saja manusia yang berani mengatakan saya tidak percaya adanya Allah, lalu siapa yang mengatur, mengendalikan peralatan yang begitu canggih pada diri kita.
Diringkas dari
Kemukjizatan Penciptaan Manusia — Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits Jilid 2






















