- Keluarnya mani dengan kuat yang disertai rasa nikmat. (HR. Muslim no. 343 dari Abu Sa’id al-Khudri; HR. Abu Dawud no. 206 dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dari Ali bin Abi Thalib; HR. Bukhari no. 282 dari Ummu Salamah, Anas, dan ‘Aisyah)
- Bertemunya dua kemaluan walaupun tanpa keluar mani. (HR. Bukhari no. 291 dari Abu Hurairah; HR. Muslim no. 349 dari ‘Aisyah; QS. Al-Maidah[5]: 6)
- Masuknya orang kafir ke dalam agama Islam, baik dia sebagai orang kafir yang belum pernah masuk Islam sebelumnya maupun orang kafir yang murtad (Sebagian pendapat). (HR. Abu Dawud no. 355, an-Nasa’i no. 188, Tirmidzi no. 605, Ahmad (V/61) dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dari Qais bin ‘Ashim)
- Kematian seorang Muslim selain orang yang mati syahid dalam peperangan. (HR. Bukhari no. 1266, Muslim no. 1206 dari Ibnu Abbas; HR. Bukhari no. 1253, Muslim no. 939 dari Ummu ‘Athiyah)
- Berakhirnya masa Haidh. (QS. Al-Baqarah[2]: 222, HR. Bukhari no. 320, Muslim no. 333 dari ‘Aisyah)
- Berhentinya darah nifas. (Darah nifas adalah darah haidh sebaimana dalam HR. Bukhari no. 294, Muslim no. 1211/199 dari ‘Aisyah)
- Mandi untuk hari Jum’at. (Sebagian Pendapat)
Diringkas Dari:
1. Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was Sunnah al-Muthah-harah (Karya Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah)
2. Shalatul Mu’min Mafhuum wa Aadaab wa Anwaa wa Ahkam wa Kaifiyyah fii Dhau’il Kitaab wa Sunnah (Karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani)
3. Shahih Fiqh as-Sunnah Wa Adillatuhu wa Taudhih Madzhab al-A’immah (Karya Abu Malik Kamal as-Sayyid Salim)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















