HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN SUJUD TILAWAH
1. Sujud tilawah dilakukan dengan sekali sujud. (sepakat ahli fikih)
2. Tata cara sujud tilawah sama persis dengan tata cara sujud dalam shalat, yakni dengan meletakkan kedua telapak tangan, lutul, dua telapak kaki, hidung, dan kening serta merenggangkan kedua siku dari kedua lambung, menjauhkan perut dari paha dan mengarahkan jari-jari ke arah kiblat.
3. Tidak disyariatkan takbiratul ihram dan salam salam sujud tilawah (Pendapat Syaikh Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Abdil Bar, Imam Malik, Ahmad, dan Abu Hanifah)
4. Yang paling afdhal adalah berdiri ketika hendak melaksanakan sujud tilawah di luar shalat kemudian ia turun untuk sujud (Pendapat Mazhab Hambaliyah, satu pendapat dari Mazhab Hanafi, satu pendapat dari ulama Syafi’iyah, serta Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan berdalil pada
إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا (107)…
“…Apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.” (QS. Al-Isra[17]: 107)
Jika dilakukan dengan posisi duduk maka hal itu tidaklah mengapa (Pendapat mayoritas Mazhab Syafi’i)
5. Jumhur ulama berpendapat disyariatkan sujud tilawah dengan menghadap ke kiblat, sementara Ibnu Hazm dan Syaikhul Islam menyebutkan bahwa tidak ada dalil untuk itu (kalau sujud tilawah di luar shalat).
6. Sujud tilawah di luar shalat lebih utama berwudhu’, tetapi sebagian berpendapat boleh juga tanpa wudhu’ (Pendapat Imam Bukhari, asy-Syaukani, Syaikh al-Albani, meskipun mereka sepakat lebih utama dilakukan dalam keadaan suci).
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















