Al-Qaulul Mufid ala Kitaabit Tauhid Karya Syaikh Shalih al-Utsaimin
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
خَوْلَةَ بِنْتُ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
Khaulah bintu Hakim As Sulamiyyah berkata; aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo’a: ‘A’AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAH MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ‘ niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu.” (HR. Muslim)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Barang siapa yang singgah disuatiu tempat persinggahan mencakup makna menetap di tempat tersebut maupun bersifat temporal.
- Berlindung dari kalimat-kalimat Allah maksudnya kalimat kauniyah (alamiyah) dan syar’iyyah (sesuai syari’at).
- Allah menciptakan segala sesuatu ada sisi yang baik dan buruk tetapi keburukan tidak layak dinisbatkan kepada Allah karena keburukan diciptakan untuk suatu hikmah yang dengannya bisa menjadi jalan kebaikan.
- Kalimat Allah itu sempurna dalam dua perkara yaitu: kebenaran dan keadilannya.
- Tidak semua yang diciptakan Allah ada keburukannya tetapi jika ada keburukannya bukan Allah menghendaki kita mendapatkankeburukan tetapi justru jalan untuk mendapatkan kebaikan dengan berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas keburukan tersebut.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















