Al-Qaulul Mufid ala Kitabit Tauhid I Karya Syaikh Shaleh al-Utsaimin
Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:
عَنْ ثَابِتُ بْنُ الضَّحَّاكِ قَالَ نَذَرَ رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ كَانَ فِيهَا وَثَنٌ مِنْ أَوْثَانِ الْجَاهِلِيَّةِ يُعْبَدُ قَالُوا لَا قَالَ هَلْ كَانَ فِيهَا عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِهِمْ قَالُوا لَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْفِ بِنَذْرِكَ فَإِنَّهُ لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ
Dari Tsabit bin Adh Dhahhak ia berkata; seorang laki-laki bernadzar pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyembelih unta di Buwanah. Kemudian ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; sesungguhnya saya telah bernadzar untuk menyembelih unta di Buwanah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah padanya terdapat berhala diantara berhala-berhala jahiliyah yang disembah?” Mereka berkata; tidak. Beliau berkata: “Apakah padanya terdapat hari besar diantara hari-hari besar mereka?” Mereka berkata; tidak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penuhi nadzarmu, sesungguhnya tidak boleh memenuhi nadzar dalam bermaksiat kepada Allah, dalam perkara yang tidak dimiliki anak Adam.” (HR. Abu Dawud dan sanadnya sesuai persyaratan Bukhari dan Muslim)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Larangan menyembelih hewan di suatu tempat yang di dalamnya ada kebiasaan jahiliyah (patung dan berbagai simbol jahiliyah lainnya) meskipun sudah dihilangkan atau ditiadakan.
- Larangan menyembelih hewan di tempat yang digunakan untuk perayaan jahiliyah, meskipun sudah dihilangkan atau ditiadakan.
- Tidak diperbolehkan memenuhi nadzar di tempat yang biasa pemenuhan nadzar oleh orang-orang musyrik.
- Peringatan untuk tidak menyerupai orang-orang musyrik, orang kafir dalam perayaan mereka meskipun tidak ada niat atau tujuan seperti itu.
- Tidak ada nadzar dalam kemaksiatan kepada Allah (pembahasan tentang nadzar ada bab tersendiri).
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















