Tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) memang terlatih mengurus jenazah dari bayi, kecelakaan, sakit, hingga mati Syahid dengan beragam usia seperti jenazah nenek renta pun mereka urus tanpa memandang usia, lokasi dan waktu.
Seperti yang dialami Sahrir Leying, warga yang bermukim di Pasar Kerung Kerung kecamatan Makassar. Ia meminta kesediaan PJTI untuk mengurus jasad salah satu kerabatnya bernama Nadira Aulia Ibrahim seorang anak bayi yang masih berumur 17 hari.
Bayi mungil tersebut menghembuskan nafasnya pada Selasa 25/06/2024 dan tidak menunggu lama tim PJTI yang memang sudah terlatih menangani jenazah langsung menuju rumah duka dan mengurus jenazah bayi tersebut. Usai sholat Dhuhur bayi tersebut langsung di makamkan.
Sebelumnya pengurusan jenazah bayi juga dilakukan tim PJTI, Tim yang di bina langsung KH Sudirman tersebut mengurus anak dari salah seorang jamaah Mesjid Jami’ Rappokalling bernama Hasan dan telah dikebumikan dengan baik.
Lantas apa tanggapan warga?
Menurut Syahril Leying, dirinya bersyukur dengan hadirnya tim PJTI yang memiliki andil besar dalam mengurus para jenazah di Makassar tanpa mengenal batasan usia, dari bayi hingga orang tua.
“Alhamdulillah kami bersyukur dengan hadirnya salah satu kelompok kajian Islam di tengah masyarakat khususnya di kota Makassar yakni Tajdidul Iman (TI) yang berada dibawa asuhan binaan bapak ustad. K H. SUDIRMAN S.Ag bekerja untuk ummat, dan ikhlas membantunya” kata Syahrir Leying.
Selain itu, TI, sambung Syahril telah memberikan andil besar dalam pembinaan akhlaq kepada masyarakat kota Makassar di tengah gencarnya serangan kaum liberalis kapitalis dan feminism di tengah tengah masyarakat.
“PJTI sangat membantu masyarakat yang berduka, saat rasa kepedulian sosial mulai luntur. PJTI hadir dan tampil kedepan mengambil bagian sebagai salah satu sarana metode dakwah tentang penyelenggaraan jenazah secarah syar’i “ ujarnya.
Dirinyapun berharap apa yang dilakukan tim PJTI tersebut bernilai ibadah di sisi Allah SWT “Semoga Apa yg telah di lakukan para sahabat pejuang da’wah PJTI, dapat menjadi wasilah pemberat timbangan amal jariyah kelak di akhirat. Tetap semangat Doa dan dukungan kami selalu membersamai sahabat PJTI.” Kunci Syahrir.
Bukan hanya anak bayi, yang diurus PJTI, seorang nenek bernama almarhum Lebong Daeng Pati yang meninggal diusianya 65 tahun beralamat di Bonto Labbua, juga diurusnya pada Jumat 28/6/2024. Jenazah almarhum dimakamkan di TPU Sumanna usai pelaksanaan shalat Jumat.
Sebelumnya pada Kamis 27/6/2024, tim akhwat juga mengurus jenazah almarhumah Hj. Wahyuni binti Muhammad Tahir yang berusia 66 tahun. Jenazah yang beralamat di kompleks BTN Hamzy Makassar itu, dimakamkan di TPU Panaikang, usai shalat Ashar.
Ajal memang tidak memandang usia, begitulah yang dialami tim PJTI saat menjalankan tugasnya. Seperti pada Rabu 26/6/24 pagi. Tim ini bertolak ke Jalan Bonto Duri Makassar untuk mengurus jenazah almarhum daeng Caya Campa berusia 44 tahun. Usai dimandikan, dikafani dan dishalati, jenazah tersebut langsung di makamkan di TPU Palleko kabupaten Takalar ba’da shalat Azhar. (TIM)






















