Tim Regu Gerak Cepat (RGC) Pengurusan Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) berperan mengurus jenazah Tokoh Muhammadiyah Sulawesi Selatan Dokter Subari Damopoli yang meninggal dunia di Makassar, Ahad petang, 10 November 2024, dalam usia 84 tahun. Dokter Subari meninggalkan tiga anak dan sepuluh cucu.
Melalui menantu almarhum bernama Andi Muh. Ali Amin, kemudian menghubungi Tim RGC PJTI. Tim yang dipimpin ustad Alghifari ini langsung menuju ke rumah duka di jalan Mawas V depan SD Mawas Makassar, untuk mengurus jenazah pemegang Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah dengan nomor 474.604, sejak tahun 1968 itu.
“Pengerjaan pengurusan Jenazah ini kita mulai pukul 23.00 wita malam, sebab jenazah akan diantar ke Bandara Hasanuddin untuk di makamkan di kampung halaman beliau di Bilalang 1 Kota Mobagu Sulawesi Utara, Senin dinihari atau sekitar pukul 3.15 wita.” Terang ketua Peduli Umat Tajdidul Iman, Ustad Awaluddin kepada wartawan media ini.
Dirinya juga bersyukur, sebab pada waktu waktu yang sulit, TIM RGC PJTI tetap standby mengurus jenazah jika dibutuhkan sewaktu waktu. “Alhamdulillah tim gerak cepat TI selalu standby dan siap melayani ummat jika di minta dalam waktu dan kondisi apapun” tambah ustad Awaluddin.
Dari keterangan keluarga, almarhum yang pernah menjabat Kepala Puskesmas di Takalar dan di Makassar (1978–1983), Direktur RSUD Pattallassang Takalar (1983–1989), Pelatih Manajemen Kesehatan Indonesia Timur (1982–2000), Bidang Penunjang Medis RSUD Dadi Makassar (1989–1990) akan di makamkan Senin 11/11/2024 ba’da shalat Azhar.
Dengan meninggalnya dokter Subari Damopolii, maka kini nyaris tidak ada lagi tokoh Muhammadiyah Sulsel seangkatannya yang masih hidup. Rekan-rekan seangkatannya yang telah mendahului antara lain KH Djamaluddin Amien, KH Makmur Ali, KH Baharuddin Pagim, KH Nasruddin Razak, KH Iskandar Tompo, KH Dahlan Yusuf, KH Zaiinuddin Sialla, dan KH Abdullah Renre.
Subari Damopolii lahir di Kotamobagu, Sulawesi Utara pada 03 Agustus 1944. Tahun 1968 ia hijrah ke Makassar, kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), mengajar di beberapa sekolah termasuk di SMA Negeri 1 Makassar, kemudian terangkat ASN dokter di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Jabatan lain almarhum adalah Bidang Pelayanan Medis RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar (1993–2000), Direktur RSIA Sitti Khadijah I Makassar (2001–2003), Wakil Ketua Konsorsium RS Muhammadiyah se-Indonesia (2002–2005), dan Direktur RS Bersalin Khadijah III Makassar 2004–2006). Subari penisun sebagai PNS dokter dengan pangkat Golongan IV-C pada tahun 2000.
Selain sebagai dokter, Subari Damopoli juga aktif mengajar di kampus, antara lain di Universitas Muhammadiyah (Unismuh Makassar) dan sempat menjabat Wakil Rektor II, dosen ATEM Muhammadiyah Makassar, dosen Akademi Kebidanan (Akbid) dan sempat menjabat Direktur, dosen Akademi Anakes Muhammadiyah Makassar. (TIM)






















