Layaknya seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) juga memiliki tim gerak cepat yang handal dan cekatan serta siap stand by 24 jam, jika sewaktu waktu mereka dibutuhkan mengurus jenazah.
Seperti kejadian pada Kamis (02/10/2025, tim Gerak Cepat PJTI ini diamanahkan mengurus jenazah seorang pria muda bernama almarhum Sunardi (29 tahun) yang beralamat di jalan Bontoduri Makassar.
Tim yang dipimpin Korlapnya, Maharfir, harus berada di rumah duka tepat pukul 03.30 dinihari, sebab almarhum disemayamkan ba’da shalat Subuh unruk kemudian diantar pemakaman umum di Galesong Selatan, kabupaten Takalar.
“Karena ini perintah, maka harus kami laksanakan dengan ikhlas, tidak peduli hujan atau dinginnya malam. Kami segera menjalankan tugas saat orang orang lain terlelap,” ujar salah satu anggota tim Gerak Cepat PJTI yang enggan di tulis namanya dengan alasan takut ‘Riya’.
Sebelumnya, pada Selasa (30/9/2025) tim Gerak Cepat PJTI mendapat amanah untuk mengurus jenazah almarhum Abdullah Bin Dg. Tu’ba berusia 62 Tahun yang beralamat di A. P. Pettarani 2 Makassar. Dan usai shalat dhuhur, almarhum kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga jalan Urip Sumoharjo belakang kantor DPRD Sulawesi Selayan.
Selanjutnya pada Rabu (01/10/2025) diamanahkan koordinatot Tim 1 PJTI,
Furqon dengan anggota Syamsul Bahri dan Mardianto, mengurus jenazah almarhum Syamsir Bin Dodeng 55 Tahun yang beralamat di Sudiang dan telah dimakamkan pada hari itu juga di Bengo, Kec Cendrana kabupaten Maros.
Libur tetap bertugas
Tidak ada waktu libur bagi tim PJTI, contohnya ketika Korlap 4 ALI BIN ABI THALIB yang diketuai ustad Amriyadi namun digantikan Haedar Nashir, serta anggota Ariandy dan Amal diamanahkan mengurus jenazah almarhum Hamzah bin Muhammad Kasim (60 tahun) Ahad, 28/09/2025. yang telah dimakamkan pada hari itu juga,
Dalam keterangannya kepada media ini, ketua peduli ummat, ustad Awaluddin menekankan beberapa hal bagi anggota tim PJTI yang turun kelapangan menjalankan tugas.
“Kami meminta kepada tim PJTI, agar memakai baju dinas / rompi PJTI, id card, celana hitam dan songkok nasional saat menjalankan tugas. Kami juga berharap agar tim senantiasa menjaga adab selama berada dirumah duka dan menghormati privasi keluarga almarhum” Pinta ustad Awaluddin.
Taklupa dirinya senantiasa mendoakan para tim yang bertugas, “Kami mendoakan bagi teman teman yang bertugas Jazakallahu Khairan atas kesediannya menjalankan amanah dengan baik dan professional, semoga Allah SWT membalas segala kebaikan tim PJTI” kuncinya. (*)






















