Sebagai salah satu organisasi sosial, keagamaan dan pendidikan di kota Makassar, Tajdidul Iman kerap terjun ke masyarakat untuk ikut membantu mereka. Organisasi binaan KH Sudirman S,Ag itu juga memiliki divisi Penyelenggara Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) yang menyelenggarakan pengurusan jenazah dan pelatihan.
Seperti pada Rabu (12/2/2025), Pimpinan Sekolah Athirah Baruga Makassar meminta PJTI untuk melaksanakan pelatihan yang bertempat di masjid Fatimah Athirah Bukit Baruga Makassar.
“Kegiatan ini sudah memasuki angkatan ke 121. Kami dan tim hadir membawakan pelatihan kepada keluarga besar Sekolah Athirah yang terdiri dari guru dan siswanya” ujar ketua peduli Ummat Tajdidul Iman, ustad Awaluddin.
Dia menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan Program Kerja Tajdidul Iman. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman bagi anggotanya tentang tata cara pemulasaraan jenazah.
Ustad Awal menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemulasaraan jenazah. Diantaranya etika bagi orang yang mendekati ajal, tata cara memandikan, mengkafani, menyoholati dan memakamkannya.
Selain itu ia juga menjelaskan kaitan hukum memandikan dan menyalati jenazah.
“Perlu kita perhatikan bahwa orang yang telah meninggal dunia pun juga mempunyai rasa malu. Maka ketika memandikan hendaknya aurat tertutup.” Kata ustad Awaluddin.
Selanjutnya Ustad Awal menyampaikan secara detail kepada para peserta bagaimana proses pemulasaraan jenazah yang benar dan sesuai ketentuan agama.
Acara ini dimulai pukul 09.00 pagi dan berakhir pada pukul 11.30 siang. Para peserta baik, siswa, guru dan pembinanya merasa puas dengan pelatihan yang dilaksanakan PJTI ini (tim)






















