Seperti tidak kenal lelah, Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) Sulawesi Selatan, sebuah organisasi sosial, pendidikan dan kegamaan yang didirikan dan dibina langsung ulama Muhammadiyah, KH Sudirman S,Ag tercatat telah mengurus 20 orang jenazah dalam sepekan.
Bukan hanya itu, PJTI juga menggelar pelatihan pengurusan jenazah sebanyak 8 kali dalam sepekan. “Sebagai manusia biasa tentu saja kami merasakan capek, namun karena tuntutan kerja agama, maka kami harus terus melakukan edukasi dalam membimbing ummat,” ungkap Kiai Sudirman dengan wajah tetap bersahaja.
Hal ini dia ungkapkan saat membawakan pelatihan urus jenazah bersama UPZ Masjid Mir’aatul Khaerat Abubakar Lambogo Makassar Sabtu, (26/7/2025) siang.
“Tadi pagi kami melatih warga binaan di Lapas kelas 1 Makassar. Sebentar ba’da Azhar kami menggelar pengajian, dilanjutkan ba’da Maghrib dan Isya. Semua ini kami lakukan semata mata mengharapkan ridha Allah SWT” tandasnya.
Hal ini juga dibenarkan ketua Peduli Ummat yang membawahi PJTI, Ustad Awaluddin, jika dia bersama tim relawan selama sepekan ini telah mengurus jenazah sebanyak 20 orang jenazah dan ikut mendampingi Kiai Sudirman dalam menggelar pelatihan diberbagai tempat sebanya 8 kali.
“Sepekan terakhir di bulan Juli telah ada 20 jenazah kami urus, pria dan wanita. Begitupula dengan pelatihan Penyelenggaraan jenazah sebanyak 8 kali. Insya Allah kami Ikhlas mengemban amanah ini” terangnya.
Yang paling miris ketika tim ini mendapat amanah mengurus jenazah di tengah malam, sebut saja ketika tim Usman bin Affan dengan koordinatornya Maharfir Tahir dibantu para anggota seperti, Kurniawan, Syamsuddin, Ali Imron R, dan Abdullah. Mereka diberi amanah mengurus jenazah tengah malam, Kamis 23/7/2025 sekira pukul 03.30 wita dini hari
Bisa dibayangkan jarak tempat tinggal tim yang sebahagian besar berdomisili di utara kota Makassar itu harus menembus gelap dan dinginnya malam menuju rumah almarhum Pasuloi Mappe (67 tahun) di jalan Tanjung Alang Mariso untuk dimandikannya. Sebab almarhum akan diantar ke Sengkang kabupaten Wajo usai shalat subuh untuk di makamkan.
Hal yang sama juga dialami Tim PJTI Akhwat. Pada Selasa, (22/7/2025) tengah malam, tim yang rata rata perempuan itu, diberikan amanah untuk mengurus jenazah seorang nenek bernama Hj Siti Rosmah berusia 76 tahun yang beralamat di jalan Muhammad Jufri 1 No.6 Makassar.
Hal ini tim lakukan, sebab setelah shalat Subuh atau sekitar pukul 06.30 wita, jenazah langsung di bawa ke Sinjai untuk dimakamkan di tempat kelahirannya.
Informasi terakhir, tim Abdurrahman bin Auf, dengan korlapnya, Haeruddin diberi amanah mengurus jenazah seorang kakek bernama daeng Muntu berusia 75 tahun. Warga jalan Haji Kalla Makassar itu telah di makamkan Jumat 25 Juli 2025 di TPU Panaikang Makassar. (tim)






















