Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI), Yayasan Tajdidul Iman (YTI), kota Makassar, kembali mengukuhkan komitmennya dalam melayani umat melalui kegiatan pelatihan pengurusan Jenazah secara Islami yang sudah mencapai angka 141.
Acara yang digelar di Masjid Nurul Fitrah, Mangga Tiga, Paccerakkang, kecamatan Biringkanayya kota Makassar itu, dihadiri para jamaah, pengurus DKM, dan perwakilan RW / RT setempat, dilaksanakan pada Sabtu, 28 Rajab 1447 H atau 17 Januari 2026 sekira pukul 09.00 wita sampai selesai.
Kegiatan dibuka dengan materi ruhani konsep persiapan kematian yang dibawakan oleh Ustadz KH. Sudirman, S.Ag. Peserta diajak memahami filosofi dan urgensi mengurus jenazah, dilanjutkan dengan sesi pemulasaran jenazah yang mencakup teori dan praktik mulai dari mengtalqinkan, kemudian memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan sesuai tuntunan syariat Islam.
Pelatihan ini tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga menjadi bagian dari syiar dakwah dan pelaksanaan fardu kifayah yang wajib dipahami setiap muslim. Materi mencakup fiqih jenazah, talqin, hingga praktik langsung dibawakan dengan baik oleh Kiai Sudirman bersama tim PJTI, sehingga diharapkan para peserta dapat memperoleh keterampilan yang mudah diaplikasikan di lingkungan masing-masing.
H. Ahmad (65 tahun) salah seorang peserta, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan. Banyak pengurus jenazah di masyarakat yang sudah sepuh, sehingga kita perlu mencetak kader baru yang siap melanjutkan peran penting ini,” ujarnya.
Program ini juga dirancang untuk mencetak pengurus jenazah profesional yang mampu memberikan pelayanan pemulasaran jenazah secara Islami, proporsional, dan penuh empati. Harapannya, ilmu yang dibagikan dapat menjadi amal jariyah sekaligus membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kematian.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, PJTI menegaskan perannya bukan hanya dalam pengurusan jenazah tetapi juga dalam meningkatkan literasi umat di bidang sosial-keagamaan, khususnya dalam pelatihan pengurusan jenazah.
Menjadi bagian dari umat yang siap melayani hingga akhir kehidupan adalah sebuah kemuliaan. “Mari tingkatkan pemahaman dan keterampilan sesuai tuntunan syariat dalam pelatihan pengurusan Jenazah ini. Semoga ilmu yang didapat menjadi amal jariyah dan manfaat bagi umat.” tandas Kiai Sudirman, yang juga salah satu ulama doi kota Makassar dan aktif berceramah di berbagai radio swasta dan RRI. (tim)






















