Sejumlah masyarakat yang dilalui komunitas Bikers Sholeh Tajdidul Iman, saat melaksanakan Touring Subuhan bersama Pak Kiai, Sabtu (6/7/24) menyambut baik kegiatan tersebut
Mereka menilai kegiatan Bikers Dakwah tersebut menjadi wadah bagi para pecinta motor yang ingin menggabungkan hobi berkendara dengan pembawaan ilmu agama sangat bermanfaat.
“Luar biasa, ini touring…. sangat positif yang dilakukan lembaga dakwah Tajdidul Iman dalam menyalurkan hobi berkendara anggotanya. Apalagi dilaksanakan di penghujung tahun 1445 Hijriah. Semoga kegiatan ini bisa istiqamah dan mengajak masyarakat luas untuk ikut di dalamnya” ujar Sastra Tubagus (54) warga jalan Rusa Makassar saat menyaksikan rombongan BESTI itu melintas di jalan Rajawali Makassar dengan tertib.
Hal yang sama disampaikan Vikha Maharani (26), Dirinya juga menilai kegiatan BESTI ini ikut memperkokoh nilai nilai dakwah bagi masyarakat. Baginya, berkendara dengan sepeda motor bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual. Dan ia mengacungi jempol bagi penyelenggara kegiatan ini.
“Saat seseorang mengendarai motor, mereka langsung dihadapkan dengan kebesaran sang pencipta. Saya berharap BESTI ini tidak hanya pada komunitasnya saja (TI-red) tapi juga bisa mengajak masyarakat luas untuk bersama sama mentaddaburi alam.” tandasnya.
Begitu pula dengan Aan, salah seorang warga jalan Maipa Makassar yang ditemui wartawan media ini, Sabtu (6/7) pagi. Mahasiswi di salah satu PTS kota Makassar itu, meminta agar kegiatan Touring ini dapat lebih dipromosikan melalui Medsos dengan mengajak para komunitas motor di Makassar untuk ikut ambil bagian.
“Cuma saran saja agar kedepannya, BESTI ajak masyarakat luas untuk bisa berpartisipasi berdakwah dan bersosial sambil bikers, tentu seru dong ” kuncinya.
Kegiatan Touring Subuhan ini dimulai dengan pelaksanaan shalat subuh berjamaah di masjid Al-Furqan jalan Arif Rahman Hakim Makassar, Kemudian dilanjutkan dengan Taklim oleh Founder sekaligus pembina Tajdidul Iman, KH. Sudirman, S.Ag. Setelah itu peserta di lepas mengitari jalan Pongtiku, Pettarani, dan Finish di masjid terapung Amirul Mu’min Pantai Losari Makassar. (TIM)






















