Prinsip tidak mengenal waktu dan tempat, ditunjukkan tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) Akhwat. Ahad (Minggu-red) 20/7/2025 mereka kembali diamanahkan untuk mengurus jenazah seorang nenek berusia 93 tahun lebih yang berdomisili di Biring Kekkese, Balang Balang, kecamatan Bontomarannu kabupaten Gowa, Sulsel.
Nenek bernama Baraloe daeng Dinging itu dikabarkan pertama kali oleh cucunya bernama Rita Kartini. Dia lalu untuk menghubungi dan meminta tim Akhwat mengurus jenazah neneknya.
Almarhumah yang meninggal karena faktor usia tersebut lalu antar seluruh keluarga dan kerabatnya untuk dimakamkan di TPU Jeneponto atau sekitar 80 kilometer dengan jarak tempuh 2 hingga 3 jam dari kota Makassar.
Sebelumnya Sabtu (19/7/2025), sekira pukul 14.30, jenazah Akhwat bernama Siti Nurjannah berusia 43 tahun beralamat di jalan Beruang Makassar, diurus tim PJTI Akhwat. Usai shalat Azhar, almarhumah dimakamkam di TPU Dadi dengan diantar kerabat dan para tetangganya.
Sebelumnya pada Kamis (17/7/2025) Tim PJTI mengurus 2 jenazah sekaligus. Jenazah pertama bernama adalah almarhumah, Ratih binti Bachtiar berusia 49 tahun. Almarhumah yang beralamat di Kompleks Minasa Upa Makassar itu, telah di makamkan usai shalat Dhuhur
Sedang jenazah kedua yang diurus pada hari yang sama adalah almarhumah Darmawati berusia 48 tahun yang tinggal di jalan Rappokalling Raya Makassar. Usai shalat Azhar almarhumah dimakamkan di Pemakaman Umum jalan Daeng Tantu Makassar.
“Sebelum jenazah diurus kami selalu siapkan Check List kepada keluarga yang menghubungi kami. Check Listnya berupa, Kain kafan dan perlengkapan Mandi. Kemudian mobil ambulance dan supir serta Tim Pemandi jenazah” ujar ketua peduli Umat, ustad Awaluddin.
Administrasi lainnya, kata ustad Awal adalah, melampirkan foto KTP Jenazah dan KTP penanggung jawab atau yang mendaftar “Penanggung jawab atau pendaftar harus dari keluarga terdekat almarhum atau almarhumah,” sambung ustad Awal.
Dengan mengisi data yang disampaikan PJTI, maka, kata ustad Awal, pihak pemohon telah mengamanahkan sepenuhnya tim PJTI untuk mengurusi jenazah keluarganya.
“Maka semua proses pengurusan jenazah dilaksanakan dengan petunjuk atau persetujuan dengan tim tanpa boleh di intervensi kecuali dalam hal yang telah disepakati. Insya Allah kami melaksanakan kegiatan ini sesuai sunnah dan telah menangani jenazah sudah mencapai 2000 jenazah di Makassar, dan sekitarnya” tandas ustad Awal
Dihari Ahad, (20/7/2025) Tim PJTI Akhwat diamanahkan mengurusi jenazah salah satu warga kompleks Citraland Makassar yang merupajan ayahanda dari dokter Hasanuddin.
Tim pertama di hubungi oleh Dr. Asykun salah kader Wahdah Islamiyah yang merekomendasi Almarhum di urus oleh PJTI dan di makamkan di pemakaman Riyadhul jannah TI,
Jenazah di sholati dirumah duka dan di bawa ke mesjid Anas Bin Malik STIBA Makassar untuk di sholati sebelum diantar ke pemakaman.
Di rumah duka hadir beberapa tokoh masyarakat termasuk kabag kesra kota Makassar terlihat ikut melayat. (*)






















