Saat membawakan kajian bulanan di masjid Istiqamah Gotong Royong jalan Pettarani Makassar, terkait pelaksanaan Idul Qurban, Kamis (6/6/2024), pembina dan Founder Tajdidul Iman (TI) KH. Sudirman mendapat pertanyaan dari salah seorang jamaah.
Pertanyaannya begini, “Bagaimana jika dalam satu Kelompok Qurban pesertanya tidak cukup 7 orang. Sementara waktu sangat mepet / terdesak. Bolehkah panitia qurban mengambil uang dari Masjid untuk mencukupkan peserta tersebut menjadi 7 orang dalam satu kelompok?” kata si penanya.
Secara tegas, Kiai Sudirman mengatakan tidak bisa, “Jangan!. Jangan sekali kali gunakan uang masjid untuk menutupi jumlah kelompok Qurban yang masih kurang.” Ujar kiai Sudirman tegas
Lantas bagaimana mensiasatinya? Kiai lalu memberi solusi alternatifnya. “Kalau harga sapi Rp 14 juta dan baru ada 6 orang dalam 1 kelompok dan mereka telah membayar Rp. 2 Juta per orang. Itu artinya sudah terkumpul uang Rp. 12 juta dan masih dibutuhkan 1 orang lagi atau Rp 2 juta, padahal waktunya sangat mepet.” Terang Kiai Sudirman
Maka, sambung Kiai Sudirman, jalan satu satunya, ke enam orang tersebut, harus kembali berpatungan sebesar Rp. 334.000 per orang yang jika dikalikan 6 maka sudah mencukupi Rp. 14 juta. Sudah sesuai dengan harga sapi dimaksud.
“Nah dengan cara begitu yakni masing masing orang dalam kelompok menambah dananya, maka disinilah dilihat pengorbanannya. Jadi kita jangan gunakan uang masjid untuk melengkapi peserta qurban yang kurang” tegas Kiai Sudirman.
Pada kesempatan itupula, kiai Sudirman juga memaparkan syarat syarat hewan yang akan di sembelih dalam Idul Qurban mendatang, diantaranya hewan harus memenuhi syarat layak qurban.
Menggunakan alat potong yang tajam. Saat menyembelih, menyebut nama Allah SWT. Sementara syarat hewan layak untuk Dikurbankan telah cukup usia minimal sesuai jenis hewannya, tidak memiliki cacat anggota badan, Dalam kondisi sehat dan tidak berpenyakit:” tandasnya.(TIM)






















