Rencana kegiatan Tabligh Akbar Yayasan Tajdidul Iman (YTI) pada pertengahan Pebruari 2025 mendatang dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) disambut baik, ketua PMI Sulawesi Selatan yang juga Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.
Adnan mengatakan PMI sebagai organisasi kemanusiaan harus menjadi garda terdepan ketika masyarakat membutuhkan darah, makanya sangat diharapkan agar PMI bisa menjaga stok darah untuk membantu warga yang memang membutuhkan dan ini tidak terlepas dari peran masyarakat untuk membantu PMI.
“Alhamdulillah, PMI bisa dilibatkan dalam kegiatan Tabligh Akbar Tajdidul Iman, kami berharap dari kegiatan ini dapat terkumpul kantong kantong darah yang memang dibutuhkan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran warga untuk mendonorkan darahnya“ ujar Ketua PMI singkat di sela sela dirinya membuka Rapat Koordinasi Terkait Isu-isu Strategis Nasional dan Daerah Secara Virtual di Ruang Kerja Bupati Gowa, Kantor Bupati Gowa, Kamis 23 Januari 2025.
Seperti diketahui saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tengah menghadapi kekurangan ketersediaan stok darah. Hal ini juga diungkapkan Wakil Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar, Khudri Arsyad. Dia mengungkapkan bahwa stok darah yang tersisa saat ini hanya sebanyak 636 komponen.
Ketersediaan stok darah itu hanya dapat memenuhi kebutuhan pasien selama lima hari ke depan. Khudri Arsyad menjelaskan pihaknya membutuhkan minimal 300 kantong darah untuk memenuhi permintaan rumah sakit di Makassar dan sekitarnya.
“Untuk ketersediaan stok darah di PMI Makassar ini, untuk per hari ini stoknya kurang lebih 636 seluruh komponen darah,” kata Khudri Arsyad di Kantor PMI Makassar, Jl Kandea, Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Rabu (14/1/2025) seperti dilansir dimedia.
“Situasi kita di PMI Makassar ini, karena Kota Makassar adalah tempat rujukan pasien di Indonesia Timur, sehingga otomaris tingkat kebutuhan darah itu setiap hari itu minimal 300 kantong darah harus ready,” tambahnya.
Kebutuhan darah di Makassar sangat tinggi, terutama untuk trombosit, yang memiliki masa simpan sangat terbatas, hanya lima hari. Khudri menjelaskan bahwa meskipun komponen darah lain seperti Packed Red Cell (PRC) masih dapat diakomodasi.
Namun stok trombosit yang terbatas sering kali menjadi kendala utama.
Ia mengakui permintaan trombosit sangat tinggi, terutama untuk pasien dengan kondisi kritis. Sehingga PMI Makassar sering kali kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ini.
Apalagi, golongan darah O yang seharusnya mudah didapatkan, ternyata permintaannya sangat tinggi, dan stok darah mulai menipis.
“Yang paling sulit itu sebenarnya adalah Trombosit, trombosit ini adalah suatu jenis komponen darah yang expired-nya hanya lima hari sehingga tidak bisa disimpan terlalu lama,” ungkapnya.
Krisis ini membuat PMI Makassar semakin bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam program donor darah. “Kami mengajak masyarakat, komunitas, dan berbagai institusi untuk berpartisipasi dalam donor darah. Setiap tetes darah sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa,” ujar Khudri.
“Bantuan masyarakat seperti yang dilakukan Yayasan Tajdidul Iman, sangat kami harapkan agar stok darah kembali tercukupi, dan kita bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang membutuhkan,” kunci Khudri Arsyad. (tim)






















