Mengakhiri rangkaian prosesi tahun pelajaran 2025, Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam, Parangloe kota Makassar, KH Sudirman S.Ag melepas santri kelas 9 dan kelas 12 dengan cara yang unik.
Pasalnya para santri tersebut diajari bagaimana cara menyelenggarakan jenazah dengan baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW, yang dilaksanakan di aula guru MBS Parangloe Makassar, Selasa, (22/4/2025)
“Ini baru pertama terjadi, kita lepas santri atau penamatan dengan penyelenggaraan pelatihan jenazah. Hal ini sesuai dengan filosofi manusia bahwa segala rangkaian hidupnya,…. ujung-ujungnya pasti juga mati. “ kata Kiai Sudirman.
“Jadi kita punya kurikulum ditutup hari ini ya anak-anak kelas 9 dengan kelas 12 kami lepas bersama dengan seluruh warga pesantren Dan warga sekolah semua guru-guru karyawan semuanya terlibat tanpa kecuali dengan mengadakan pelatihan penyelenggaraan jenazah” sambung Kiai Sudirman.
Dirinya juga berharap selepas anak anak tersebut menamatkan sekolahnya di MBS, dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa. “Kita berharap anak-anak kami ini bisa jadi imam di masjid masjid. Bisa menjadi khatib Jumat, Bukan hanya menghafal Alquran tapi juga berakhlak mulia” kata Kiai Sudirman
Pelatihan Jenazah tersebut kata Kiai yang akrab di telinga pendengar berbagai radio tersebut sangat penting dilakukan. Sebab kalau ada keluarga atau kerabat terdekat yang meninggal, maka tidak akan sulit lagi mencari pengurus jenazah karena sebelumnya para santri tersebut sudah dilatih.
“Yang paling penting kalau ada keluarga, seperti saudara, ibu, bapak nenek yang meninggal, maka tidak perlu lagi repot repot cari pemandi jenazah, karena anak-anak ini sudah kami latih dengan baik dan benar cara mengurus jenazah sesuai sunnah” tandas Kiai Sudirman
Hadir mendampingi direktur MBS KH. Sudirman, Wakil Direktur MBS, Dr. Abd Ilyas, S.Ag, MH, Kepala SMA MBS, Asman, S.Pd, M.Pd dan Kepala SMP MBS Lisna, S.Ag, S.Pdi, M.Pd, serta tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) (tim)
(tim)






















