Pendiri dan pembina Yayasan Tajdidul Iman, KH Sudirman S.Ag memenuhi undangan membawakan ceramah takziah di rumah duka, almarhumah Siti Malipu (85 tahun), di jalan Sungai Saddang Makassar Kamis (13/11/2025) malam.
Almarhumah merupakan ibu kandung dari Brigjen TNI Abd. Haris, S.IP yang saat ini menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Pengetahuan Militer dan Umum (Danpusdikpengmilum Kodiklatad) Kodam XIV Hasanuddin.
Dalam ceramahnya, Kiai Sudirman menyampaikan, bahwa salah satu tanda Husnul Khotimah seseorang yang meninggal menurut nabi Muhammad SAW adalah diberi umur panjang dan bagus amalannya.
“Maka saya berpesan kepada para tamu undangan yang dimuliakan Allah SWT untuk memanfaatkan sisa hidup kita di dunia ini, dengan baik dan mengisinya dengan amal shaleh, sebab kita tidak tahu kapan ajal itu datang menjemput,” pesan Kiai Sudirman.
Selain itu, Kiai yang aktif berceramah di berbagai radio tersebut juga memberikan tuntunan praktis tata cara menghadapi salah satu keluarga yang sementara mengalami sakaratul maut atau meninggal dunia.
“Dibeberapa tempat pelatihan pengurusan jenazah kami selalu mengajarkan agar segera menalqin (ibimbing) keluarga yang akan meninggal dunia atau sakratul maut dengan kalimat Tauhid “Lā ilāha illallāh” dekat telinganya.” Ujar Kiai Sudirman.
Hal ini kata Kiai Sudirman agar orang tersebut dapat segera mengingat Allah SWT diakhir hidupnya.
Dimalam takziah yang diguyur hujan keras tersebut juga dihadiri ratusan orang dari keluarga besar Almarhumah dari berbagai daerah, seperti Enrekang, Bulukumba dan daerah-daerah lainnya di Sulsel.
Seperti diketahui almarhumah memiliki anak sebanyak 4 orang, serta cucu 8 orang. Brigjen TNI Abd. Haris yang pernah menjabat dandim Blora Jawa Tengah merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Haji Muhsin dan Sitti Malipu.
.
DIakhir tauziahnya Kiai Sudirman terlihat nampak khusyuk mengajak para tamu undangan dan keluarga yang hadir untuk membacakan doa bagi almarhumah.
“Semoga beliau almarhumah diampuni dosanya, diberi kelapangan dan di terangi kuburnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menjalankan cobaan ini” kunci Kiai Sudirman.
(Laporan : Ikhwan Muin)






















