Saat membawakan pengajian di kediaman salah satu anggota tetap Tajdidul Iman sekaligus bagian dari PJTI yakni bapak Heri di kompleks BTP Makassar Ahad, (21/12/2025), pendiri sekaligus pembina KH Sudirman, S.Ag memberi resep tentang strategi merawat rumah tangga sakinah mawaddah warahmah (Samawa) yang ternyata membutuhkan pondasi kuat pada ketaatan agama.
Pesan ini sengaja disampaikan ulama terkemuka di kota Makassar itu, berkaitan dengan hajatan pernikahan anak pemilik rumah bernama Nur Rahmat Ramadhan yang melangsungkan pernikahan pada 24 Desember 2025 lalu.
“Pengajian ini sangat istimewa…, sebab di setiap Ahad kita selalu membahas kitab Riyadhus Sholihin, maka dihari ini kita akan membahas bagaimana menata kembali rumah tangga sesuai ajaran Islam dengan baik dan benar“ ujar Kiai Sudirman.
Dalam ceramahnya, Kiai mengutip firman Allah SWT dalam Quran Surah Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.”
“Pasanganmu itu, terutama istri kita adalah pakaian bagi kalian” berasal dari Ayat ini mengandung makna mendalam bahwa pasangan kita adalah pelindung, penutup aurat, penopang, dan saling menjaga, seperti pakaian yang menempel erat dan melindungi pemakainya dari panas, dingin, serta aib” tegas Kiai Sudirman sambil memberi contoh kepada para tetamu undangan.
“Suami adalah penjaga auratnya Istria dan istri juga penjaga auratnya suami. Maka tugas utama kita, bagaimana agar pasangan ini sama-sama tidak saling mencederai dengan mengungkap kelemahan masing masing di depan orang lain. Cukup kita saja yang tahu kelemahan pasangan kita.” Pesan Kiai Sudirman.
Kiai juga meminta agar sang suami atau istri tidak boleh membuat status di Medsos yang menunjukkan kelemahan pasangan kita. “Semua orang akan baca, semua orang tahu. Maka itu namanya pakaian robek. pakaian yang hilang fungsi itu hanya dipakai bagi orang gila atau biasanya orang-orang yang tidak memiliki martabat dan rasa malu lagi” katanya.
Maka Kiai meminta agar semua jamaahnya, khususnya di Tajdidul Iman agar menanamkan prinsip siap membela pasangan dalam kondisi apapun dan menutup aurat rumah tangga kita dengan cara menutup tubuh kita dengan pakaian yang baik dan layak.
“Mari kita sepakat, Bapak, Ibu, yaaa…. Jangan adab aib-aib rumah tangga kita itu diketahui oleh teman kita atau orang lain. Jangan. Tidak boleh….. Itu rahasia, seburuk apapun rumah tangga kita, mari kita jaga keutuhannya seperti pakaian yang menutup tubuh kita.” Pinta Kiai Sudirman.
Kiai juga berpesan dalam menghadapi masalah hendaknya melakukan dengan cara yang baik seperti bermusyawarah dan berdoa kepada Allah SWT.
“Siapapun kita. Tidak ada rumah tangga yang sepi dari permasalahan. Maka orang hebat bukan menghindari masalah. Tapi kemampuan kecerdasan menyelesaikan masalah menjadi sebuah anugerah yang mulia.
hadapilah (masalah tersebut-red) dengan kekuatan kesabaran. Minta kepada Allah agar dibantu, ditolong untuk bisa keluar dari segala macam masalah” tandas Kiai Sudirman.
Dalam pengajian tersebut, juga dihadiri, ketua Yayasan Tajdidul Iman, ustad Ahmad Baduddin, Wakil Ketua, ustad Awaluddin, Sekretaris Yayasan, Ustad Ikhwan Muin, Ketua Dewan Pengawas TI, Ketua IMTI dan beberapa pengurus lainnya. (tim)






















