A. Sunnahnya berdzikir dengan tangan.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ التَّسْبِيحَ قَالَ ابْنُ قُدَامَةَ بِيَمِينِهِ
Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata; aku melihat Rasulullah shallla Allahu ‘alaihi wa sallam menghitung tasbih. Ibnu Qudamah berkata: yaitu dengan tangan kanannya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa’i)
عَنْ جَدَّتِهَا يُسَيْرَةَ قَالَتْ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ
Dari neneknya yaitu Yusairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami: “Hendaklah kalian bertasbih, tahlil dan taqdis (mengucapkan subhanal malikil qudus dan hitunglah dengan jari jemari, karena hal itu akan dimintai pertanggung jawaban terhadap (apa yang ia lakukan) dan apa yang ia ucapkan. Dan janganlah kalian lalai, sehingga kalian melupakan rahmat (Allah).” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad)
B. Hadits-hadits lemah/palsu tentang berdzikir dengan biji-bijian tasbih.
نِعْمَ الْمُذَكِّرُ السُّبْحَةُ
Sebaik-baik pemberi ingat itu adalah subhah (biji-bijan tasbih untuk berdzikir). (HR. Ad-Dailami)
CATATAN HADITS INI MENURUT SYAIKH AL-ALBANI:
a. Sanadnya tidak jenas karena rawi-rawinya majhul (tidak dikenal).
b. Rawi-rawinya ada yang tertuduh dusta dan hadits di atas bathil karena:
• Subhah (biji-bijian tasbih) tidak ada di masa Nabi lalu bagaimana dapat menjadi alat pada masa Nabi?
• Biji-bijian tasbih itu menyalahi petunjuk Nabi sebagaimana hadits di atas yang shahih.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوْعًا كَانَ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) يُسِّبِحُ بِاْلحَصَى
Dari Abu Hurairah, marfu’, adalah (Nabu shallallahu alaihi wa sallam) bertasbih dengan batu-batu kecil. (Marfu’ artinya sanadnya sampai kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam)
CATATAN HADITS INI MENURUT SYAIKH AL-ALBANI:
Wahin jiddan (lemah sekali)
…عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهَا أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ وَبَيْنَ يَدَيْهَا نَوًى أَوْ حَصًى تُسَبِّحُ بِهِ
Dari Aisyah binti Sa’d bin Abu Waqqash dari ayahnya bahwa ia bersama Rasulullah shallla Allahu ‘alaihi wa sallam menemui seorang wanita sementara dihadapannya terdapat biji-bijian atau kerikil yang dipergunakan untuk bertasbih…. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim)
CATATAN HADITS INI:
a. Imam Adz-Dzahabi (Mizanul I’tidal)
b. Syaikhul Islam Ibnu Hajar (At-Takrib)
c. Menurut Syaikh Al-Albani
Mereka berpendapat Sanad hasits ini dhaif karena dalam rawinya terdapat rawi yang majhul.
…عَنْ صَفِيَّةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ يَدَيَّ أَرْبَعَةُ آلَافِ نَوَاةٍ أُسَبِّحُ بِهَا
Dari Shafiyyah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemuiku sementara ditanganku terdapat empat ribu biji kurma, yang aku gunakan untuk bertasbih… (HR. Tirmidzi, Hakim)
CATATAN HADITS INI:
a. Menurut Imam Tirmidzi yang meriwayatkan sendiri hadit ini bahwa hadits ini gharib (asing), kami tidak mengenalnya kecuali dari jalan ini dan sanadnya tidak dikenal dengan alasan:
• Hasyim bin Sa’id, menurut Imam Ibnu Ma’in (guru Imam Bukhari): Dia lemah sedangkan Ibnu Adi Mengatakan riwayatnya tidak diterima begitupula Ibnu Hajar mengatakan dia lemah.
• Kinanah, rawi yang majhul.
KESIMPULAN:
1. Sunnahnya berdzikir dengan tangan kanan (bukan tangan kiri).
2. Lemahnya hadits-hadits tentang berdzikir dengan biji-bijian tasbih.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















