A. Keutamaan Sujud Tilawah
1. Dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah bersabda:
إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُولُ يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِي النَّارُ
“Jika anak Adam membaca ayat sajdah lali ia bersujud, niscaya syaitan akan pergi dan menangis seraya: ‘Oh, betapa celakanya dia (syaitan). Anak Adam diperintahkan untuk sujud lalu ia sujud maka baginya Surga, sedangkan aku enggan ketika diperintakah untuk sujud maka bagiku Neraka.’” (HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah)
2. Hadits Abu Hurairah tentang kebangkitan dan syafa’at, yang disebutkan di dalamnya:
حَتَّى إِذَا أَرَادَ اللَّهُ رَحْمَةَ مَنْ أَرَادَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ أَمَرَ اللَّهُ الْمَلَائِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوا مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ فَيُخْرِجُونَهُمْ وَيَعْرِفُونَهُمْ بِآثَارِ السُّجُودِ وَحَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُودِ فَيَخْرُجُونَ مِنْ النَّارِ فَكُلُّ ابْنِ آدَمَ تَأْكُلُهُ النَّارُ إِلَّا أَثَرَ السُّجُودِ
“Hingga ketika Allah menghendaki rahmat atas siapa yang dikehendaki-Nya dari penduduk neraka, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar mengeluarkan (darinya) siapa saja yang pernah menyembah Allah I, maka para Malaikat pun mengeluarkan mereka, dan para malaikat mengenali mereka dari bekas-bekas sujud. Sebab Allah mengharamkan api neraka melahap bekas-bekas sujud tersebut, lalu mereka dikeluarkan dari neraka. Semua tubuh anak Adam akan dilahap api neraka kecuali bekas sujudnya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
3. Hadits Tsauban, Maula Rasulullah bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang suatu amalan yang dengannya Allah akan memasukkannya ke dalam surga, maka Rasulullah bersabda:
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud. Tidaklah engkau bersujud sekali kepada Allah, melainkan Allah akan mengangkatmu dengannya satu derajat dan menghapuskan dengannya satu kesalahan darimu.” (HR. Muslim, Turmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
4. Hadits Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami bahwa ia meminta kepada Rasulullah agar dapat menyertainya disurga, maka beliau menjawab:
أَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
“Bantulah aku untuk memenuhi permintaanmu itu itu, dengan memperbanyak sujud.” (HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan Ahmad)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















