SEBAB-SEBAB SUJUD SAHWI:
3. Karena Keraguan (diperintahkan untuk mengambil yang yakin atau bilangan yang paling sedikit).
إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحْ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلَاتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لِأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ
Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang pasti (yaitu yang sedikit). Kemudian sujudlah dua kali sebelum memberi salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Dan jika, ternyata shalatnya memang empat rakaat maka kedua sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan’. (HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri)
CATATAN: Keraguan dalam ibadah tidak dihiraukan dalam
a. Apabila itu hanya sekadar anggapan, tidak ada hakikatnya, seperti was-was.
b. Jika hal itu sering terjadi pada seseorang, dimana setiap kali melakukan ibadah maka keraguan tersebut pasti datang.
c. Jika keraguan itu datang setelah selesai beribadah, maka tidak perlu diperhatikan selagi ia tidak yakin. Jadi, ia melakukan menurut keyakinannya.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















