أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ لَمْ يَقُلْ عِيسَى بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ
Tegakkanlah shaf-shaf, sejajarkanlah antara pundak-pundak, tutuplah celah-celah dan lemah lembutlah terhadap kedua tangan saudara kalian, -Isa tidak menyebutkan; tangan saudara kalian- dan janganlah kalian membiarkan celah-celah itu untuk setan, barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya dan barang siapa yang memutusnya maka Allah Allah akan memutusnya. (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i. Dishahihkan oleh Al-Albani)
Faidah-faidah Hadits di Atas
- Wajibnya mewujudkan shaf yang lurus dan rapat pada shalat berjamaah.
- Ukuran lurus dan rapat adalah merapatkannya bahu-bahu dan tumit-tumit satu dengan yang lain.
- Ancaman bagi orang yang tidak merapatkan shaf akan dipenuhi oleh setan sementara setan adalah musuh yang nyata bagi kita.
- Jangan bershaf (berjamaah, berkoalisi) bersama dengn setan! Justru disuruh berhati-hati dan menjauhinya.
- Dalam shalat berjamaah saja, shaf setan tidak boleh diberi peluang apalagi dalam shaf-shaf dalam kehidupan ummat yang lebih luas.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















