3. Takbir Intiqal (Perpindahan dari Satu Gerakan ke Gerakan Lain)
Madzhab Hanafi: Takbir perpindahan tidak wajib selain takbir menuju rukuk dalam rakaat kedua dari shalat id.
Madzhab Maliki: Semua takbir adalah sunnah mystaqillah (tersendiri) selain takbiratul Ihram.
Madzhab Syafi’i: Hukumnya sunnah. Jika seseorang tidak mengerjakannya maka shalatnya tetap sah, akan tetapi dia tidak mendapatkan keutamaan.
Madzhab Hanbali: Takbir perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain adalah wajib.
4. Bacaan Pada Waktu Rukuk, Sujud, dan Pada Saat Bangkir dari Keduanya
Madzhab Hanafi: Sidunnahkan untuk membaca tasbih. Apabilah salah seorang kalian rukuk, hendaklah membaca “Subhana Rabbiya azhim” sebanyak tiga kali, ini adalah yang minimal. Apabila dia sujud maka hendaklah membaca doa “Subhana Rabbiyal a’la” sebanya tiga kali, ini adalah yang paling sedikit, pada saat i’tidal hendaknya membaca “Sami’allahu liman hamidah” dan bacaan tahmid (Rabbana lakal hamdu) kalau dia menjadi imam atau shalat sendirian. Sedangkan bagimakmum cukup membaca tahmid.
Madzhab Maliki: Semuanya disunnahkan akan tetapi Imam Malik mengatakan, “Subhana Rabbiyal azhimi wa bihamdih”. Sedangkan untuk bacaan “Subhana Rabbiyal a’la” dia mengatakan, “Aku tidak mengetahuinya dan aku mengingkarinya dan tidak ada doa yang khusus untuk itu”. Dan disunnahkan membaca lafazh “Sami’allahu liman hamidah” bagi imam dan orang yang shalat sendirian ketika mengangkat badannya dari rukuk.
Madzhab Syafi’i: Pokok dari As-Sunnah yakni dengan membaca sekali saja. Adapun bacaannya minimal “Subhanallah” atau Subhanahu Rabbi”. Sedangkan yang paling sempurna adalah, “Subhana Rabbiyal azhimi wa bihamdih” sebanyak tiga kali. Dan pada waktu sujud membaca, “Subhana Rabbiyal a’la” diutaakan membacanya sebanyak tiga kali.
Madzhab Hanbali: Yaitu membaca “Subahana Rabbiyal azhimi” satu kali dalam rukuk. Membaca “Subhana Rabbiyal a’la” satu kali dalam sujud. Membaca “Sami’allahu liman hamidah”bagi imam dan orang yang shalat sendirian. Sedangkan makmum hendaklah mengucapkan “Rabbana lakal hamdu” ketika bangkit dari rukuk. Dan bagi imam maupun orang yang shalat sendirian mengucapkan “Rabbana walakal hamdu” ketika i’tidal. Dan membaca, “Rabbighfirli” satu kali ketika duduk di antara dua sujud.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















