CATATAN: Shalat Tidak Akan Batal Karena Meninggalkannya Baik Karena Sengaja Maupun Karena Lupa.
- Duduk istrahat sebelum berdiri menuju ke rakaat kedua dan rakaat keempat. Hal itu didasarkan pada hadits (HR. Bukhari), juga hadit Abu Hamid As-Sa’idi (HR. Abu Dawud), serta hadits Abu Hurairah (HR. Bukhari).
- Duduk tawarruk pada tasyahud kedua. Hal itu didasarkan pada hadits Abu Hamid As-Sa’idi (HR. Bukhari).
- Melihat ke jari telunjuk pada saaat diisyaratkan ketika duduk Hal itu didasarkan pada hadits Abdullah bin Az-Zubair (HR. An-Nasa’i), juga hadits Abdullah bin Umar (HR. An-Nasa’i).
- Membaca shalawat atas Muhammad dan keluarganya, juga atas Ibrahim dan keluarganya pada saat tasyahud pertama. Hal itu didasarkan pada keumuman dalil-dalil yang ada (Ad-Duruusul Muhimmah karya Abdul Aziz bin Abdullah in Baz).
- Membaca do’a dan berta’awwudz (meminta perlindunggan) dari empat hal setelah tasyahud kedua. Hal itu didasarkan pada hadits Abu Hurairah (HR. Bukhari, Muslim)
- Menolwh ke kanan dan ke kiri di kedua salam. Hal itu didasarkan pada hadits Amir bin Sa’ad dari Ayahnya (HR. Muslim).
- Berniat untuk keluar dari shalat dengan selamat seraya mengucapkan salam kepadapara Malaikat dan hadirin. Hal itu didasarkan pada dalil-dalil yang cukup banyak (Lihat: Catatan kaki Ibnu Qasim pada kitab Ar-Raudhul Murbi [II/79]; juga Asy-Syarhul Mumti, Ibnu Utsaimin [III/289]), di antaranya adalah hadits Jabir bin Abdullah (HR. Muslim)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















