1. Jenis Thaharah
a. Thahara dibagi menjadi dua jenis: Thaharah Hadats (Mensucikan badan) dan Thaharah Khabats (Mensucikan kotoran)
b. Mensucikan hadats khusus pada badan sedangkan khabats meliputi badan, pakaian, dan tempat.
c. Mensucikan hadats terbagi tiga, yaitu wudhu, mandi, dan tayammum.
d. Mensucikan habats juga terbagi tiga, yaitu membasuh, mengusap, dan memercikkan.
2. Mengapa pembahasan Thahara didahulukan?
Karena thaharah merupakan kunci dan syarat sahnya shalat, sehingga syarat mesti didahulukan dari yang memerlukan syarat.
ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
Dari Ali radliallahu ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya (dari segala ucapan dan gerakan di laur shalat) adalah takbir, dan yang menghalalkannya kembali adalah salam.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah. Shahih)
3. Pentingnya Thaharah
a. Thaharah dalam Islam baik hakiki (suci pakaian, badan, dan tempat shalat dari najis) maupun thaharah hukmi (suci dari hadats dan janabah).
b. Shalat merupakan kewajiban terbesar sesudah syahadat dan syarat untuk melakukannya adalah dalam keadaan harus suci (berthaharah).
c. Menurut ilmu Kedokteran, cara yang paling baik untuk mengobati penyakit adalah dengan cara menjaga kebersihan dan Islam sudah menekankan untuk mencegahnya (thaharah).
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















