FIQIH INTRAKSI DENGAN THAGHUT (BAGAIMANA MENYIKAPI THAGHUT???)
Bagian 1
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ … (36)
Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu… (QS. An-Nahl[16]: 36)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Semua Nabi dan Rasul membawa ajaran pokok yang sama, yaitu beriman kepada Allah semata dan wajib mengkufuri thaghut.
- Iman tidak akan sah kecuali menolak thaghut.
- Amalan tidak akan diterima kecuali setelah kufur kepada thaghut.
- Iman kepada Allah dan kufur kepada thaghut adalah tugas pertama semua Rasul tanpa terkecuali
- Melakukan berbagai amal ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, sedekah, dzikir, doa, tadabbur al-Qur’an, dan keshalehan lainnya tidak akan ada artinya jika tidak membenci, menjauhi, menolak, atau mengkufuri thaghut.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















