Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256)…
… Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Baqarah[2]: 256)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ … (51)
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? mereka percaya kepada jibt dan thaghut… (QS. An-Nisa[4]: 51)
APA DAN SIAPA THAGHUT ITU???
Bagian 1
- Definisi Thaghut Secara Bahasa
Istilah Thaghut adalah isim (kata benda) yang berlaku untuk mufrad (kata benda tunggal) maupun kata benda jamak (kata benda plural), mudzakkar (kata benda dengan jenis kelamin laki-laki maupun muannats (kata benda dengan jeniskelamin perempuan). Thagut diambil dari akar kata thagha – yathghu – thughw wa thughwan yang artinya melampai batas dan melewati kadarnya. - Definisi Thagut Secara Istilah
a. Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari, Ibnu Jauzi, Ibnu Katsir, dan Asy-Syaukani menjelaskan pendapat para ulama mengenai makna Thagut dalam QS Albaqarah [2] : 256-257 - Sahabat Umar bin Kaththab, Ibnu Abbas,dan beberapa ulama tabi’in seperti Muhajid, Adh-Dhahak, Qatadah, Asy-Sya’bi, Muqatil, Hasan Al-Bashri, Ikrimah, dan As-Sudi berkata, “Thaghut adalah setan.”
- Sahabat Jabir bin Abdullah dan ulama tabi’in seperti Abul Aliyah dan Sa’id bin Jubair berkata: ”Thaghut adalah dukun.”
- Ulama tabi’in, Muhammad bin Sirin berkata: “Thaghut adalah tukang sihir.”
- Pakar Bahasa, Al-Yazidi dan Az-Zajjaj berkata: “Thaghut adalah patung-patung.”
- Az-Zajjaj berkata: “Thaghut adalah orang-orang Ahlul Kitab yang Membangkang.”
b. Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari, Ibnu Jauzi, Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, As-Suyuti, Asy-Syaukani, dan sejumlah ulama tafsir yang lain menyebutkan beragam pendapat paraulama tentang makna jibt dan thaghut dalam QS An-Nisa [4] : 51 - Sahabat Umar bin Khaththab, Mujahid dalam sebuah riwayat, Asy-Sya’bi dan Abdurrahman bin Zaid berkata: “Jibt adalah sihir, sedangkan thaghut adalah setan.”
- Sahabat Ibnu Abbas dalam riwayat Athiyah Al-Aufi berkata: “Jibt adalah patung-patung, sedangkan thaghut adalah para juru kunci yang berada di depan patung-patung untuk mengungkapkan perintah-perintahnya dan menyesatkan manusia.”
- Sahabat Ibnu Abbas dalam riwayat Ibnu Abi Thalhah berkata: “Jibt adalah Huyai bin Akhthab, sedangkan Thaghut adalah Ka’ab bin Asyraf, keduanya adalah pemimpin kaum Yahudi.” Demikian juga pendapat Ad-Dhahak, Al-Farra, dan Pakar Bahasa Al-Azhari.
- Sa’aid bin Jubair, Abul Aliyah, Qatadah, dan As-Sudi berkata: “Jibt adalah tukang sihir menurut bahasa Habasyah, sedangkan Thaghut adalah dukun.”
- Ikrimah berkata: “Jibt dan Thaghut adalah dua buah Patung.”
- Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas, Muhammad bi Sirin, dan Makhul yang berkata, “JIbt adalah dukun, sedangkan Thaghut adalah tukang sihir.”
- Sa’id bin Jubair, Qatadah dan As-Sudi berkata: “Jibt adalah setan, sedangkan Thaghut adalah dukun dan setiap pemimpin dalam kesesatan.”
- Mujahid berkata: “Jibt adalah sihir, sedangkan thaghut adalah setan dalam wujud manusia, orang-orang meminta putusan perkara kepadanya dan ia adalah pemegang urusan mereka.”
- Zaid bin Aslam berkata: “Jibt adalah tukang sihir, sedangkan Thaghut adalah setan.”
- Malik bin Anas berkata: “Thaghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah.”
- Ibnu Al-A’rabi berkata: “Jibt adalah pemimpin Yahudi, sedangkan Thaghut adalah pemimpin Nasrani.”
- Par pakar bahasa seperti Ibnu Qutaibah dan Az-Zajjaj berkata: “Setiap sesuatu yang diibadahi selain Allah berupa batu, atau sesuatu yang dipahat (gambar dan patung), atau setan adalah Jibt dan Thaghut.”
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















