Orang yang berniat mencari ilmu yang haq harus memperhatikan dari siapa dia mengambil ilmu. Jangan sampai ia mengambil ilmu agama dari ahli bid’ah, karena mereka akan menyesatkan, baik disadari atau tanpa disadari. Sehingga hal ini akan mengantarkan orang tersebut kepada jurang kehancuran.
Hal ini diungkapkan Founder sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman Kiai Sudirman, S.Ag, seperti dikutip dalam Kanal Youtube miliknya, Rabu,6/11/2024 pagi.
“Setiap pendapat yang berlandaskan pendapat semata ini dan cenderung mengikuti hawa nafsunya, maka hal ini termasuk juga bagian dari bidah. Dan ini jelas tertolak karena tidak memiliki dalil” kata Kiai Sudirman.
Meskipun sambung Kiai Sudirman, pendapat itu berasal dari ulama, harus memiliki dalil. “Ini sangat penting… Ilmu itu harus ada dalilnya, Kalau tidak ada dalilnya maka hal itu jelas tertolak, siapun ulamanya. Maka jangan ikuti” tambah Kiai.
Bahkan kata Kiai, semua Imam mazhab yang empat mengatakan buang pendapat mereka jika tidak jelas dalilnya. “Jadi kita harus hati hati dalam menerima setiap ilmu. Kalau tidak didukung dengan dalil, jangan terima. Tidak mungkin Imam Malik mau menentang nabi. Begitupun dengan Imam Syafi’I, Imam Ahmad bin hambal, Abu Hanifah, mereka pewaris Nabi yang semuanya memiliki dalil ilmu yang jelas” papar Kiai Sudirman.
Selain itu lanjut Kiai Sudirman, ke empat imam-imam mazhab tersebut tidak pernah mengatakan Ikuti saya. “Tapi semua Imam mengatakan ikuti Quran ikuti hadis ikuti dalil, maka kamu akan selamat di dunia maupun di akhirat” katanya.
Dalam kitabnya Ushul Ahkam, Imam Malik bin Anas berkata, “Saya hanyalah seorang manusia, terkadang salah, terkadang benar. Oleh karena itu, telitilah pendapatku. Bila sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah, ambillah; dan bila tidak sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah, tinggalkanlah.” (Seperti dikutip dari Ibnu Abdil Barr, 6/419; Al-Iqazh, Shalih Al-Fulani, 72)
Kiai juga menyindir beberapa oknum kelompok penganut faham sufi yang berpegang pada mimpi-mimpi guru mereka, tapi tidak memiliki dalil dari Quran maupun hadist.
“Mereka para Mursyid atau biasa juga disebut Murabbi mengajarkan kepada muridnya sesuai mimpi yang ia alami tanpa disertai dalil yang jelas. Jika muridnya bertanya apa dalilnya? Mereka berdalih, pokoknya kerjakan saja! Itu amalannya guru. Makanya kita harus jeli dalam menuntut ilmu agama, harus jelas dalilnya, baru bisa kita ikuti” urai Kiai.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar ini, kembali mengatakan agar kita selalu berharap, meminta dan berdoa hanya kepada Allah semata, bukan kepada selain-Nya, bukan pula kepada malaikat, bukan juga kepada orang saleh, apalagi mereka yang sudah meninggal.
“Jadi mari kita perbaiki akidah kita, tuntutlah ilmu yang memiliki dalil yang jelas dan bersumber dari Quran dan Hadist, berzikir seperti yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, bukan zikir yang tidak memiliki dalil Quran dan Hadist. Semoga Allah menyelamatkan kita semua” kunci Kiai Sudirman. (tim)






















