Jumlah terkecil melakukan shalat berjamaah adalah dua orang; imam dan makmum. Meskipun dilakukan bersama anak kecil dalam hitungan dua orang itu, menurut madzhab Syafui’i dan Hanafi. Akan tetapi, menurut Maliki dan Hanbali, tidak boleh dilakukannya shalat berjamaah dengan anak kecil meski sudah mumayyiz. Namun, menurut Hanbali, tetap sah mengimami anak kecil dalam shalat fardhu, tidak dalam shalat sunnah. Karena, anak kecil tidak bisa menjadi imam dalam shalat fardhu, tetapi sah mengimami anak kecil dalam shalat sunnah. Seperti yang pernah dilakukan Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika mengimami Ibnu Abbas dalam shalat tahajjud, pada saat itu ia masih kecil.
Dalil untuk jumlah terkecil boleh melaksanakan shalat jamaah adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang berbunyi:
الْإِثْنَانِ فَمَا فَوْقَهَا جَمَاعَةٌ
Dua orang dan ke atas (bisa dilakukan) shalat berjamaah. (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Al-Uqaili dari Abu Musa Al-Asy’ari)
Fiqih Islam Wa Adillatuhu Jilid 2 Prof. Dr. Wahba Az-Zuhaili Hal. 289
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















