Ketika kita mengucapakan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH maka kandungan yang paling kurang dalam sisi tauhid rububiyah yaitu:
- Tidak ada hak pencipta kecuali Allah.
- Tidak ada kepemilikan secara mutlak kecuali Allah.
- Tidak ada yang mempunyai hak pengaturan mutlak kecuali Allah
- Tidak ada yang memiliki hak penguasaan mutlak kecuali Allah.
- Tidak ada yang menghidupkan kecuali Allah.
- Tidak ada yang mematikan kecuali Allah.
- Tidak ada yang dapat memberi secara mutlak kecuali Allah.
- Tidak ada yang dapat menolak secara mutlak kecuali Allah.
- Tidak ada yang dapat mengangkat derajat dan menghinankan kecuali Allah.
KESIMPULAN:
Tauhid rububiyah yaitu mentauhidkan Allah pada perbuatan-Nya yakni perbuatan-perbuatan yang khusus untuk Allah dan tak satupun makhluk yang dapat menyandang itu maka ketika ada hal perkara di atas diberikan (disandarkan) kepada makhluk berarti mengambil hak-Nya Allah (syirik) menyekutukan hak khusus Allah.
Diringkas dari:
Kitab Kasyfusy Syubuhat — Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Al-Aqidah fii Dhau-il Kitab was Sunnah: Al-Aqidah Fillah — Prof. Dr. Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar
Syarah Kitabut Tauhid Qaulul Mufid — Syaikh Shaleh al-Utsaimin
Syarah Kitabut Tauhid al-Qaulus Sadis — Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Syarah Kitabut Tauhid — Syaikh Alu Syaikh
Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah — Ustadz Yazid bin Abdul Qadir al-Jawas
Syarah Kitabut Tauhid Fathul Majid — Al-Allamah Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















