Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (21)
Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. Adz-Dzariyat[51]: 21)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
1. Allah Subhanahu wa Ta’ala membentangkan telapak tangan dan memberikan ruas jari yang berbeda, keempat jari dijakan searah sementara jempol diciptakan menghadap ke arah lain. Dengan pengaturan Allah seperti ini supaya kita bisa menggenggam dan memberi dengan baik. Nikmat ini saja sudah sangat berharga bagi kita.yang seharusnya pandai bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ingat semua itu dari air yang hina dina (sperma).
2. Allah menciptakan kepala terdiri dari 55 tulang. Tulang dibentuk sedemikian rupa sehingga membetuk batok kepala 6 tulang di antaranya terdapat tengkorak kepala, 24 pada rahang bagian atas dan 2 pada rahang bagian bawah, selebihnya terdapat pada gigi. Allah menciptakan tengkuk leher sebagai pusat kepala. Yang luar biasa Allah atur semua itu untuk menjadi hamba yang pandai tersungkur sujud dan tunduk di hadapan penciptanya.
3. Allah juga membuat lubang kecil sebagai saluran pembuangan. Selain itu kedua lubang ini dapat juga menjadi penahan air kencing dan kotoran agar tidak keluar terus-menerus sehingga membahayakan tubuh manusia renungkan seandainya dua lubang ini tidak berfungsi siapa yang Maha Pemurah mengatur semua ini??? Luar biasanya lagi kedua lubang itu diciptakan di tempat yang paling tersembunyi dari tubuh manusia. Bayangkan kalau dua tempat ini disimpan oleh Allah ditempat yang tidak bisa disembunyikan. Maha Suci Allah yang sudah mengatur semua itu.
5. Keistimewaan lain yang ada pada manusia yaitu akal. Dengan akal inilah ia mampu mengenal Sang Pencipta dengan merenungkan ciptaan-Nya maka dengan akal ini pula manusia mampu merenungkan penataan begitu indah di jagad raya ini. Kendati demikian akal tidak dapat dipungkiri keberadaannya, namun wujudnya tidak nampak, suaranya tak terdengar, letaknya tak teraba, aromanya tak tercium. Dengan akal bisa sempit di mata tetapi luas dalam akal, seandainya Allah tidak memberikan atau mencabut nikmat ini pada diri kita coba renungkan apa yang bisa kita lakukan??? Lalu tiba-tiba kita menjadi penentang??? Bahkan dengan akal kita merasa lebih pintar dari pada Allah sang pemilik akal kita. Allah ingatkan kita:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا (85)
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS. Al-Isra[17]: 85)
Diringkas dari
Kemukjizatan Penciptaan Manusia — Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits jilid 2
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















