1. Ucapan dan amal hati terbagi menjadi tiga macam:
a. Apa-apa yang baik dan buruk pada wujudnya sendiri.
b. Apa-apa yang bukan buruk dengan sendirinya hingga dilakukan, yang demikian ini adalah keburukan yang mapu dilakukan.
c. Apa-apa yang dibarengi dengan ketidakmampuan, seperti kebaikan dan keburukan yang terlakukan yang bukan dibarengi dengan kemampuan. Seperti, keburukan yang terlakukan.
2. Bagian pertama, yaitu berkaitan dengan pokok-pokok keimanan dengan pembenaran dan pendustaan, kecintaan dan kebencian, dan darinya TAWAKKAL. Yang demikian itu bisa mendatangkan pahala dan siksa karena karena apa-apa yang ada di dalam hati, sekalipun tidak termanifestasi pada semua anggota badan.
3. Sedangkan bagian kedua dan ketiga adalah berbagai amal yang diperkirakan tidak akan merusak pokok-pokok keimanan, seperti berbagai kemaksiatan yang sudah menjadi bawaan yang ada pada seseorang.
4. TAWAKKAL adalah dari bagian pertama yang merupakan bagian yang paling tinggi dan paling mulia.
5. TAWAKKAL adalah tingkatan yang paling mulia dan mawam yang paling tinggi di antara semua amal hati yang pada hakikatnya adalah pokok keimanan yang merupakan sesuatu yang paling besar dan agung yang menjadi sarana penyembahan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















