Al-Qaulus Sadid Fi Syarhi Kitabit Tauhid Karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di
Mahabbah (cinta) ada empat macam:
- Mahabbah kepada Allah, ini adalah pokoknya iman dan tauhid.
- Mahabbah karena Allah yaitu mencintai para Nabi Allah dan Rasul-Nya dan para pengikut mereka. Juga mencintai segala hal yang dicintai Allah berupa amalan-amalan, waktu, tempat, maupun yang lain. Mahabbah ini mengikuti mahabbah kepada Allah, sebagai penyempurna mahabbah hamba kepada-Nya.
- Mencintai sesuatu (tandingan) sama dengan cintanya kepada Allah. Ini adalah kecintaan orang-orang musyrik kepada ilah-ilah mereka berupa pepohonan, atau bebatuan atau manusia, para raja dan yang lainnya. Ini adalah pangkal dan dasar dari kesyirikan.
- Mahabbah yang merupakan tabiat manusiawi, yang seusuai dengan keinginan dan tabiat manusiawi yang senang kepada makanan, minuman, pakaian, keluarga, menikah dan yang lainnya. Semua ini diperbolehkan asalkan kesemuanyaini bisa menambah cintanya kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya. Kesemuanya ini bernilai ibadah. Tapi bila ini semua hanyamenghalangi kecintaan kepada Allah dan menjadi sarana untuk hal-hal yang dibenci Allah, maka ini adalah kecintaan yang dilarang. Jika kecintaan pada sesuatu yang tidak dicintai juga tidak dibenci Allah maka hal ini diperbolehkan (mubah).
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















