Al-Qaulul Mufid Ala Kitabut Tauhid oleh Syaikh Shaleh al-Utsaimin
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162)
Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’an[6]: 162)
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَيْهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ الْمَنَارَ
“Allah mengutuk orang yang menyembelih untuk selain Allah, dan mengutuk orang yang melindungi tindak kejahatan, mengutuk orang yang mencaci kedua orang tuanya, dan mengutuk orang yang memindahkan tanda batas tanah.” (HR. Muslim dari Ali bin Abi Thalib)
Faidah-faidah Ayat dan Hadits di Atas:
- Adapun makna مَنْ ذَبَحَ (orang yang menyembelih) berarti bersifat umum bagi siapapun yang menyembelih, baik unta, sapi, ayam, bahkan hewan apapun meskipun hanya seekor lalat.
- Dan makna لِغَيْرِ اللَّهِ (untuk selain Allah) mencakup siapapun selain Allah, berarti termasuk malaikat, jin, setan, manusia, pohon, batu, dan sebagainya. Artunya seluruh sembelihan bukan Allah dan disebut yang lainnya maka pasti bukan Allah.
- Sedangkan makna لَعَنَ اللَّهُ (Allah melaknak) artinya Allah melaknat orang yang menyembelih bagi selain Allah.
- Adapun makna Allah Melaknat dari lafazh hadits di atas adalah diusir dan dijauhkan dari kerahmatan Allah. Apabila Allah melaknat seseorang maka artinya ia telah diusir dari rahmat-Nya, baik rahmat umum maupun rahmat yang bersifat khusus.
- Sedangkan makna dari laknat berarti caci makian dan doa kejelekan.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















