ILLUSTRASI:
MACAN??? Pasti kita semua mengenal hewan yang satu ini, dialah raja hutan yang ditakuti, disegani oleh semua sesamanya binatang. Jangankan macan yang besar, macan yang kecilpun tetap disegani dikalangan warga binatang. Bisa dibayangkan seandainya satu macan keluar dari komunitasnya (ke umat lain) misalnya muncul di Monas satu ekor macan pasti heboh dan menakutkan. Tetapi lain halnya kalau macan itu tidak ada kekuatannya, maksudnya gigi (ompong) pasti berbeda ceritanya macan itu akan menjadi tontonan, hiburan, alat permainan dan anak kecilpun mendekat untuk foto bersama dengan macan ompong tersebut. Maka renungkanlah ayat-ayat Allah dibawah ini:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (110)
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran[3]: 110)
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (104)
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran[3]: 104)
Faidah dari Ayat-ayat di Atas:
- Pada saat turunnya ayat ini (fase Rasulullah dan para Shahabat) kaum muslimin begitu disegani, dihormati, diperhitungkan baik kawan maupun lawan bukan karena jumlah mereka tetapi mereka memiliki sebuah kekuatan dahsyat yaitu Aqidah Islamiyah (terikatnya pikiran, sikap, perbuatan dengan maunya Islam tidak dengan lainnya).
- Namun setelah berabad-abad lamanya, keadaan kaum muslimin ini dari yang disegani, dihormati, bergeser menjadi kaum yang terpinggirkan, melemah, tidak berdaya, dihina, diusir dengan segala hal-hal yang menghinakan karena bergeser pula pijakannya tidak lagi teguh pada pijakan orang-orang yang shaleh dahulu pada zaman shahabat dan Tabi’in, sungguh mereka di atas aqidah yang benar. Menilai benar dan salah dengan standar Islam bukan dengan demokrasi, HAM, budaya, partai, golongan, mazhab, organisasi, kelompok, dan sebaianya)
- Pergeseran dari memiliki aqidah yang kuat (macan yang masih punya gigi) ke aqidah yang rusak, sekuler, liberal, kefasikan, kesyirikan, kemunafikan, dan maksiat lainnya menjadilah macan yang tidak memiliki gigi (ompong). Jumlah tetap banyak tetapi tidak punya kekuatan, kita punya Qur’an dan punya Hadits tetapi tidak dipegang aqidahnya, diselewengkan maknanya, dibuang pemahamannya lalu tergantikan dengan pemahaman yang menyimpang, aqidah yang rusak, hukum sekuler, pendidikan liberal, ekonomi riba’, politik mencari kekuasaan sendiri.
- Tidak ada solusi yang tepat kecuali kaum muslimin harus menyadari bahwa kekuatannya adalah teguhkan aqidah tauhid, pegang teguh syahadat, tadabburi al-Qur’an, hal itulah yang pernah membuat shahabat pernah mendapat julukan KHAERAH UMMAH (ummat terbaik) bukan SYARRU UMMAH (ummat terjelek) seperti sekarang ini. AYO PASANG KEMBALI GIGI YANG TELAH LEPAS!!! Gigi itulah kekuatan kita, gigi itulah yang ditakuti oleh musuh (GIGI AQIDAH)
- Amar ma’ruf yang tertinggi adalah aqidah tauhid dan nahi munkar yang paling utama adalah kesyirikan. Ketika dakwah tauhid (amar ma’ruf) dan buang semua bentuk kesyirikan (nahi munkar) akan menjadi super, akan menjadi kuat, akan berwibawa, dan akan disegani oleh umat lain.
- Wahai orang yang diberi wewenang untuk mengelolah bumi ini (khalifah), jangan sia-siakan amalan ini!!! Namun tidak mungkin kekhalifaan ini akan terlaksana dengan baik tanpa ruh syahadat yang benar. Maka kembalilah!!! Layaknya macan sebagai penguasa hutan, jangan hanya tinggal di hutan yang dikurung oleh kurungan demokrasi, HAM, aqidah sekuler, dan perangkap-perangkap lainnya yang membuat kekhalifaan kita dimatikan, disingkirkan. Ketika macan telah kehilangan gigi, kambing yang harusnya menjadi musuhnya kini kambing tersebut telah memenjarakan si macan bahkan kambing dan binatang lainnya mempermain-mainkan macan tersebut.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















