Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan”.
Perhatikanlah hadits di atas, Rasulullah menyatakan bahwa Islam dibangun di atas lima pilar utama. Pilar pertama dan paling utama adalah syahadat yang merupakan inti aqidah Islam, kemudian disusul oleh pilar-pilar yang lain.
Aqidah menempati posisi terpenting dalam ajaran Islam. Ia ibarat pondasi dalam sebuah bengunan. Bila aqidah seseorang rusak, rusak pula seluruh bangunan Islam yang ada di dalam dirinya. Bila aqidahnya runtuh, runtuh pula seluruh bagunan keislamannya. Bahkan bagian-bagian Islam yang berupa syari’at, mu’amalah, dan akhlak tak mungkin dapat ditegakkan dalam masyarakat muslim sebelum aqidah mereka lurus dan mengakar kuat di hati sanubari. Aqidah sangat menentukan tegaknya syari’at Islam dan akhlak kaum Muslimin.
Begitu besarnya peranan pengaruh dan peranan ‘aqidah ini terhadap ajaran Islam yang lain sehingga ayat-ayat al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lebih sepertiganya berbicara tentang aqidah. Dan selama tiga belas tahun pertama di Mekkah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam hanya mendakwahkan‘aqidah saja. Bahkan sejak awal dakwah hingga akhir hayatnya, beliau tetap mendakwahkan tauhid ini.
Perhatikanlah tema Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika pertama kali berdakwah secara terang-terangan kepada kaum Quraisy. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwa ketika turun ayat “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu terdekat.” (QS. Asy-Syu’ara[26]:214), Rasulullah menyeru Bani Fihr dan Bani Adiy dari Bukit Shafa, lalu berdatanganlah manusia termasuk Abu Lahab dan orang-orang Quraisy.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















