A. Definisi Nifas
Nifas secara bahasa maknanya adalah melahirkan (Lisanul Arab, Ibnu Manzur), secara syariat nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena melahirkan (Ibnu Utsaimin).
B. Masa Nifas
1. Tidak ada batasan
2. Maksimal 40 hari dan minimalnya setiap orang
كَانَتْ النُّفَسَاءُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقْعُدُ بَعْدَ نِفَاسِهَا أَرْبَعِينَ يَوْمًا
Wanita-wanita yang nifas pada masa Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam, biasa menahan dirinya selama empat puluh hari atau empat puluh malam. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dari Ummu Salamah. Dishahihkan oleh Al-Albani)
C. Persamaan Hukum Nifas dan Haidh
Darah nifas adalah darah haidh yang tertahan keluarnya selama waktu kehamilan maka hukumnya pun sama.
CATATAN:
1. Ibnu Qudamah: Hukum wanita nifas dan wanita haidh pada perkara yang diharamkan dan kewajiban yang gugur adalah sama.
2. Imam Asy-Syaukani: Ulama telah sepakat bahwa hukum nifas dan haidh adalah sama dalam hal yang dihalalkan, diharamkan, dibenci, dan dianjurkan.
D. Perbedaan Hukum Nifas dan Hukum Haidh
Meskipun secara umum sama antara nifas dan haidh, namun ada perbedaan dalam hal:
1. Iddah: Patokan iddah adalah quru’ (suci atau haidh) bukan nifas.
وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ …(228)
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’… (QS. Al-Baqarah[2] 228)
2. Baligh: Tanda baligh seorang wanita adalah haid, bukan nifas.
3. Waktu keluarnya darah: Darah haidh rutin keluar setiap bulan, sedangkan nifas tidak.
E. Hukum Wanita yang Keguguran
1. Hanya mengeluarkan nuthfah (hasil pertemuan sperma dan ovum) berarti bukan haidh dan bukan nifas.
2. Sudah 4 bulan dan keluar bersamanya darah maka disebut nifas.
3. Hanya mengeluarkan segumpal darah, dirinci menjadi 2: Bukan haid dan bukan nifas, sebagian berpendapat sudah termasuk nifas.
4. Mengeluarkan segumpal daging yang belum sempurna maka bukan nifas sekalipun darah menyertainya dan sebagiannya berpendapat sudah darah nifas.
5. Mengeluarkan daging yang sempurna maka termasuk nifas.
F. Hukum yang Berkaitan dengan Operasi (Caesar)
1. Tidak mendapati darah keluar dari kemaluannya maka bukan nifas tetapi terluka akibat operasi.
2. Jika mendapati darah keluar dari kemaluannya maka disebut nifas.
3. Tidak melihat darah keluar baik saat persalinan atau setelahnya maka dihukumi suci.
4. Proses melahirkan dengan cara operasi tetap dianggap sebagai berakhirnya iddah.
G. Alat Penggugur Kandungan
1. Bertujuan membinasakan janin: Termasuk perbuatan haram jika janinnya sudah mendapat ruh, jika janin belum mendapatkan ruh sebagian membolehkan namun pendapat yang pertama lebih hati-hati.
2. Tidak bertujuan untuk membinasakan janin hanya mempercepat proses kelahiran: Maka ini boleh dengan syarat tidak membahayakan ibu maupun anaknya.
Diringkas Dari:
1. Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was Sunnah al-Muthah-harah (Karya Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah)
2. Shalatul Mu’min Mafhuum wa Aadaab wa Anwaa wa Ahkam wa Kaifiyyah fii Dhau’il Kitaab wa Sunnah (Karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani)
3. Shahih Fiqh as-Sunnah Wa Adillatuhu wa Taudhih Madzhab al-A’immah (Karya Abu Malik Kamal as-Sayyid Salim)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















