A. HAID
1. Pengertian Haid
Menurut bahasa haid berarti sesuatu yang mengalir, sedangkan menurut istilah haid adalah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab dan pada waktu tertentu.
2. Hikmah Haid
Karena janin yang ada di dalam kandungan ibu tidak dapat memakan sebagaimana yang dimakan oleh anak yang berada di luar kandungan, dan tidak mungkin bagi si ibu untuk menyampaikan sesuatu makanan untuknya, maka Allah telah menjadikan pada diri kaum wanita proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dimakan dan dicerna, yang sampai kepada tubuh janin melalui tali pusar, di mana darah tersebut merasuk melalui urat dan menjadi zat makanannya.
3. Usia Haid
Usia haid biasanya berkisar antara 12 sampai dengan 50 tahun. Hali ini bergantung pada kondisi, lingkungan, dan iklim yang mempengaruhinya.
4. Masa Haid
Masa haid tidak mempunyai batas minimal atau maksimal. Jadi, setiap kali wanita melihat darah alami bukan disebabkan luka dan lainnya, berarti darah itu darah haid.
5. Hal-hal di Luar Kebiasaan Haid
a. Bertambah atau berkurangnya masa haid.
b. Maju atau mundurnya waktu datangnya haid.
c. Darah berwarna kuning atau keruh.
d. Darah haid keluar secara terputus-putus.
e. Terjadi pengeringan darah.
6. Hukum-hukum Haid.
a. Wanita yang haid diharamkan untuk Shalat, Puasa, Thawaf, dan b. Berdiam di dalam masjid.
b. Suami wanita yang haid diharamkan untuk melakukan Jima’ (senggama) dan Mentalaq istrinya.
c. Iddah talaq dihitung dengan haid.
d. Keputusan bebasnya rahim seorang wanita ditentukan dengan haid.
e. Wanita haid jika telah suci wajib mandi dengan membersihkan seluruh badannya.
B. ISTIHADHAH
1. Pengertian Istihadhah
Istihadhah adalah keluarnya darah terus-menerus pada seorang wanita tanpa henti sama sekali atau berhenti sebentar seperti sehari atau dua hari dalam sebulan.
2. Kondisi wanita mustahadhah
a. Sebelum mengalami istihadhah ia mempunyai haid yang jelas waktunya, dalam hal ini wanita tersebut berpedoman pada jadwal haidnya yang telah ia ketahui sebelumnya.
b. Tidak mempunyai haid yang jelas waktunya sebelum mengalami istihadhah, maka dalam hal ini ia memperhatikan perbedaan darah yang keluar baik warna ataupun baunya untuk membedakan antara darah haid dengan darah istihadhah.
c. Tidak mempunyai waktu haid yang jelas dan tidak bisa membedakan darah yang kelua, maka haidnya adalah enam atau tujuh hari pada setiap bulan dihitung mulai dari saat pertama kali mendapat darah.
3. Hukum-hukum istihadhah.
a. Wanita mustahadhah wajib berwudhu setiap kali hendak shalat.
b. Ketika hendak berwudhu, membersihkan sisa-sisa darah dan meletakkan kain dengan kafas (atau pembalut) pada farjinya untuk mencegah keluarnya darah.
c. Dibolehkan secara mutlak untuk melakukan jima’ (senggama) dengan wanita mustahadhah.
C. NIFAS
1. Pengertian Nifas
Nifas adalah darah yang keluar dari rahim disebabkan kelahiran, baik bersamaan dengan kelahiran itu, sesudahnya atau sebelumnnya (2 atau 3 hari) yang disertai dengan rasa sakit.
2. Hukum-hukum Nifas
Hukum-hukum nifas pada prinsipnya sama dengan hukum-hukum haid, kecuali beberapa hal berikut:
a. Iddah dihitung dengan terjadinya talaq, bukan dengan nifas.
b. Masa ila’ dihitung dengan haid, bukan dengan nifas.
c. Masa baligh terjadi dengan haid, bukan dengan nifas.
d. Darah haid jika berhenti lalu kembali keluar tetapi masih dalam waktu biasanya, maka darah itu diyakini darah haid, sedangkan darah nifas yang kembali keluar setelah 40 hari maka darah itu diragukan.
e. Dalam haid, jika si wanita suci sebelum masa kebiasaannya, maka suami boleh menggaulinya sedangkan dalam nifas, jika darah si wanita berhenti keluar sebelum 40 hari maka suami tidak boleh menggaulinya.
Diringkas Dari:
1. Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was Sunnah al-Muthah-harah (Karya Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah)
2. Shalatul Mu’min Mafhuum wa Aadaab wa Anwaa wa Ahkam wa Kaifiyyah fii Dhau’il Kitaab wa Sunnah (Karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani)
3. Shahih Fiqh as-Sunnah Wa Adillatuhu wa Taudhih Madzhab al-A’immah (Karya Abu Malik Kamal as-Sayyid Salim)






















