عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقْرَأْ الْحَائِضُ وَلَا الْجُنُبُ (وَفِى رِوَايَةِ: لَا تَقْرَأْ الْجُنُبُ وَلَا الْحَائِضُ) شَيْئًا مِنْ الْقُرْآنِ
“Dari ibnu Umar, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Janganlah perempuan yang junub membaca sedikitpun juga dari (ayat) al-Qur’an.” Dalam riwayat yang lain, “Janganlah orang yang juga dan perempuan yang haidh membaca sedikitpun dari (ayat) al-Qur’an.” (HR. Tirmidzi no. 121, Ibnu Majah no. 595, ad-Daruqthni (1/117) dan al-Baihaqy (1/89), dari jalan Ismail bin Ayyaasy dari Musa bin Uqbah dari Nafi’)
Komentar ulama:
- Bukhari: Hadits Munkar (Dhaif) karena diriwayatkan oleh Ismail bin Ayyaasy yang munkar haditsnya);
- Al-Baihaqi: Hadits ini tidak kuat;
- Imam Ahmad: Hadits ini bukan ucapan Nabi;
- Al-Hafizh Ibnu Hajar: Hadits ini dhaif;
- Abu Hatim: Hadits ini lemah;
- Abdullah bin Ahmad: Hadits ini bathil;
- Al-Albani: Hadits ini dhaif;
- Al-Uqaili: Hadits ini Bathil;
- Syaikh bin Baz: Hadits ini dhaif.
مِنْ طَرِيْق مُحَمَّد بن الْفَضْل عن أَبِيْهِ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَقْرَأْ اَلْحَئِضُ وَلاَ النُّفُسَاءُ (وَفِى رِوَايَةِ: الْجُنُبُ) مِنَ الْقُرْآنِ شَيْئًا (وَفِى رِوَايَةِ: شَيْئًا مِنَ الْقُرْآنِ)
“Dari jalan Muhammad bin Fadl, dari bapaknya. Dari Thawus, dari Jabir, ia berkata, “Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Tidak boleh bagi perempuan haidh dan nifas (dalam riwayat yang lain, “Orang yang junub.”) membaca (ayat) al-Qur’an sedikitpun juga (dalam riwayat lain, “Sedikitpun juga dari (ayat) al-Qur’an.”)” (HR. ad-Daruquthni (2/87) dan Abu Nua’im di kitabnya al-Hilyah (4/22))
Komentar ulama:
- Al-Albani: Hadits ini Maudhu’ (ada perawi bernama Muhammad bin Fadhl adalah pendusta);
- Ibnu Hajar: Hadits ini matruk (palsu);
- Ibnu Adi: Hadits ini tidak shahih.
من طريق عَبْدِ الْمَلِك بن مَسْلَمَة: حدثنى المُغِيْرَة بن عبدالرحمن عن موس بن عُقْبَة عن نَافِع عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَقْرَأْ الْجُنُبُ شَيْئًا مِنْ الْقُرْآنِ
“Dari jalan Abdul Malik bin Maslamah (ia berkata), “Telah menceritakan kepadaku Mughirah bin Abdurrahman, dari Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa saalam, “Tidak boleh bagi orang yang junub membaca sedikitpun juga dari (ayat) al-Qur’an.” (HR. ad-Daruquthni (1/117))
Komentar Ulama: Ibnu Hajar: Hadits ini dhaif (perawi Abdul Malik bin Maslamah adalah seorang rawi yang dhaif)
Komentar Ulama:
Ibnu Hajar: Hadits ini dhaif (perawi Abdul Malik bin Maslamah adalah seorang rawi yang dhaif)
عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِى مَعْشَرٍ عن موس بن عُقْبَة عن نَافِع عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اَلْحَئِضُ وَ الْجُنُبُ لاَ يَقْرَآنِ مِنَ الْقُرْآنِ شَيْئًا
“Dari seorang laki-laki, dari Abi Ma’syar, dari Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda, “Perempuan yang haidh dan orang yang junub, keduanya tidak boleh membeca sedikitpun juga dari (ayat) al-Qur’an.” (HR. ad-Daruquthni (1/117))
Komentar Ulama:
Ibnu Hajar: Hadits ini termasuk lemah (mubham) tidak disebut nama perawinya
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْرُجُ مِنْ الْخَلَاءِ فَيُقْرِئُنَا الْقُرْآنَ وَيَأْكُلُ مَعَنَا اللَّحْمَ وَلَمْ يَكُنْ يَحْجُبُهُ – أَوْ قَالَ يَحْجِزُهُ- عَنْ الْقُرْآنِ شَيْءٌ لَيْسَ الْجَنَابَةَ
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari tempat buang air besar (WC), lalu beliau membacakan al-Qur’an kepada kami dan makan daging bersama kami, dan tidak ada yang menghalangi beliau sesuatupun juga dari (membaca) al-Qur’an selain Janabah.” (HR. Abu Dawud no. 229)
Komentar Ulama:
Hadits ini di dhaifkan oleh Ahli Hadits di antaranya; Syu’bah, Syafi’I, Ahmad, Bukhari, Al-Baihaqi, Al-Mundziri, An-Nawawi, Al-Khathobi, dan Syaikh Al-Albani
هَكَذَا لِمَن لَيْسَ بِجُنُبٍ فَأَمَّا الْجُنُبُ فَلاَ، وَلاَ آيَةً
“Beginilah bagi orang yang tidak junub. Adapun orang yang sedang junub tidak boleh, tidak juga satu ayat.” (HR. Ahmad dan Abu Ya’la, redaksi hadits ini dari riwayat Abu Ya’la)
Komentar Ulama:
Hadits ini lemah menurut Syaikh al-Albani
Diringkas Dari
1. Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was Sunnah al-Muthah-harah (Karya Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah)
2. Shalatul Mu’min Mafhuum wa Aadaab wa Anwaa wa Ahkam wa Kaifiyyah fii Dhau’il Kitaab wa Sunnah (Karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani)
3. Shahih Fiqh as-Sunnah Wa Adillatuhu wa Taudhih Madzhab al-A’immah (Karya Abu Malik Kamal as-Sayyid Salim)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















