Selama 3 hari berturut turut, mulai Selasa 21/7/2026 hingga Kamis 23 /7/2026, pembina sekaligus pendiri Yayasan Tajdidul Iman KH Sudirman melatih mengurus jenazah bagi imam masjid, majelis taklim hingga marbot di 5 Masjid berbeda se Kota Makassar.
Kegiatan yang diinsiasi Pemerintah Kota Makassar melalui bagian Kesra itu, melibatkan 11 kelurahan, untuk mencetak kader baru di tengah masyarakat agar mampu memulasara jenazah dengan baik dan sesuai sunnah atau syariat Islam.
Kegiatan ini sendiri, sudah memasuki angkatan ke 147 hingga angkatan ke 151 pada Kamis 23/7/2026 bagi Yayasan Tajdidul Iman. Kiai Sudirman berharap pelatihan ini dapat membekali masyarakat dan kader dengan keterampilan tata cara fardu kifayah sesuai syariat Islam.
“Hal ini bertujuan menciptakan kemandirian warga dalam mengurus jenazah di lingkungan masing-masing, memberikan penghormatan terakhir yang layak, serta memastikan prosesi mulai dari memandikan, mengafani, hingga menyalatkan dilakukan dengan benar sesuai syariat islam” terang Kiai Sudirman.
Sementara itu, pemkot Makassar melalui bagian kesra mengungkapkan pelatihan ini sangat penting bagi warga Makassar, terlebih bagi pengurus masjid, imam masjid hingga marbot masjid.
“Pelatihan ini diselenggarakan karena kepedulian Pemkot terhadap kecenderungan masyarakat yang sering menyepelekan atau mengandalkan pihak tertentu untuk mengurus jenazah.” ungkap Walikota Makassar yang diwakili Kabag Kesra, Muhammad Syarif saat membuka kegiatan ini di Masjid Nurul Hasanah Panakkukang Makassar, Selasa (21/7/2026) pagi.
Juga bertujuan, sambung kabag Kesra, agar setiap masjid di Makassar memiliki petugas terampil yang mandiri dalam melaksanakan kewajiban fardu kifayah.
Pelatihan pengurusan jenazah muslim ini juga di dukung tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) yang dikenal luas dan profesional dalam mengurus jenazah, termasuk saat mengurus salah satu warga NTT meninggal dunia sebelum dipulangkan kembali ke daerah asalnya di Ende, NTT. (tim)




















