Masya ALLAH Tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) kembali mendapat amanah mengurus jenazah di tengah malam buta yakni berkisar pukul 03.00 wita dinihari, Senin 22 Juni 2026 serta di hari libur (Ahad) saat orang orang tengah beristirahat.
Jenazah tersebut bernama Baharuddin bin Bandu (57 tahun) yang menurut Rahmatang, anak almarhum, ayahnya akan dibawa ke kampung halamannya di kabupaten Sinjai untuk dikebumikan, makanya ia meminta bantuan PJTI yang merupakan binaan Kiai Sudirman untuk mengurusnya.
Usai shalat subuh, almarhum yang beralamat di jalan Rappokalling Timur Lorong 3 kota Makassar, langsung diberangkatkan menuju kabupaten Sinjai yang berjarak sekitar 163 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 4 hingga 5 jam dari Makassar.
Pemakaman jenazah luar kota Makassar, juga terjadi pada Selasa 23 Juni 2026 sekira pukul 10.00 pagi. Tim PJTI Ikhwan diamanahkan mengurus jenazah almarhum Baharuddin 54 tahun yang beralamat di jalan Ratulangi dan telah dimakamkan didusun batu-batua, desa Datara, kecamatan Bontoramba kabupaten Jeneponto.
Kerja ikhlas tidak mengenal waktu tim PJTI, juga terjadi pada Ahad 21/6/2026 dimana koordinator lapangan (Korlap) tim 15 ikhwan yang dikomandoi Baharuddin dan anggota Kurniawan serta Yusuf diamanahkan mengurus jenazah almarhum Andi Mulawarman Nurcholis Bin Andi Muhlis (33 Tahun), beralamat di Tamangapa Raya 5 Makassar dan telah dimakamkan ba’da shalat Dhuhur pada hari itu juga.
Masih di hari yang sama di saat orang orang tengah berlibur dan bersantai dengan para keluarganya, Ahad 21/6/2026 sekira pukul 10 pagi, Korlap tim 4 ikhwan ustad Ustad Amriyadi dan anggota Ariandi serta Amal mendapat tugas mengurus jenazah almarhum Sukardi (57 tahun) yang beralamat di Jalan Goa Ria Laikang dan telah dimakamkan TPU Sudiang pada hari itu juga.

Masih dihari yang sama Ahad 21/6/2026, tim PJTI Akhwat juga mendapat tugas mengurus jenazah seorang nenek bernama Nandong berusia
90 tahun yang beralamat perumahan graha Pampang dan telah dimakamkan di TPU Sudiang Bada shalat Dhuhur.
“Sebagai pengurus jenazah, sejak awal kami bergabung (di PJTI-red) memang kita harus standby setiap saat menunggu perintah dari ketua tim peduli umat, ustad Awal. Mau hujan, tengah malam atau dalam kondisi apapun, kami harus siap menjalankan amanah, kecuali kalau sedang sakit” ungkap salah satu tim relawan PJTI, H Sugiri yang baru pulang dari tanah suci menunaikan ibadah haji, Senin (22/6/2026) siang di rumahnya di Samata Gowa.
Dirinyapun mengaku rileks dalam menjalankan tugas sebagai pengurus jenazah. “Ini pekerjaan mulia, kuncinya rileks saja dalam menjalankan amanah ini, atas dasar Ikhlas, Lillahi Ta,ala” kunci H.Sugiri. (tim)





















