Dalam rangka mensukseskan kegiatan Rihlah Akbar ke 9 tahun 2026 ini, Dewan Pengawas Tajdidul Iman, Nur Adzan mengadakan rapat kecil dengan panitia inti di Markas Tajdidul Iman di jalan Adipura Makassar, Selasa (14/4/2026) siang.
Menurut mantan ketua panitia Rihlah Akbar ke 8 pada tahun 2025 lalu di Barru itu, kegiatan Rihlah ini harus memiliki kesan positif bagi peserta, sehingga kata Nur Adzan, kegiatannya tidak mendapat preseden buruk atau celaan dari para peserta dan tamu undangan.
“Utamanya konsumsi, ini harus jelas…. Menunya seperti apa?, Dan kapan waktu penyajiannya. Siapa yang membagikan dan bagaimana tekniknya. Kemudian akomodasi bagi peserta…. Semua ini harus kita perhitungkan dengan baik dan matang…., sehingga peserta tidak kecewa dengan kegiatan kita” pinta Nur Adzan.
Disisi lain, pria yang aktif di pelbagai kegiatan sosial itu, mengaku bersyukur dengan adanya bantuan tenda dari bupati Maros. “Alhamdulillah kita dapat bantuan tenda dari pak bupati, semoga ini bisa membantu peserta yang tidak mendapat akomodasi” terang Nur Adzan.
Berbagai hal lain yang menjadi sorotan Nur Adzan.., adalah pembicara, time schedule, transportasi peserta hingga pengamanan dilapangan.
“Untuk izin keramaian saya sudah kontak langsung teman di Polda untuk meminta bantuannya, dan tidak ada masalah. Kita tidak usah repot repot…. Ini acara keagamaan dan sosial bukan konser!,” tegas Nur Adzan.
Disisi lain, sebagai Dewan Pengawas Tajdidul Iman, dirinya meminta kepada semua panitia, tanpa terkecuali untuk hadir pada rapat koordinasi yang akan diselenggarakan pada Sabtu (18/4/2026) siang mendatang.
“Kita harus matangkan semua. Supaya Ahad besoknya, kita tinggal laporkan saja kepada bapak ketua yayasan dan bapak ketua pembina Tajdidul Iman, termasuk run down acara minimal sudah 90 persen harus bisa kita setor. Karena di minta Inpektur Pengawasan Polda, sehingga Polres dan Polsek kita aman (untuk formalitas saja)” tandasnya.
Rapat kecil tersebut turut dihadiri koordinator panitia, yang juga wakil ketua Yayasan Tajdidul Iman, ustad Awaluddin, kemudian seksi dana dan sponsor yang diwakili Agussalim. Sementara panitia lain masih sibuk kegiatannya masing masing.
Seperti diketahui, pada awal Mei mendatang, Tajdidul Iman akan menggelar kegiatan Rihlah Akbar ke 9 yang akan dilaksanakan di Tappawita High Land Tompo Bulu kabupaten Maros dengan menghadirkan sejumlah nara sumber yang memiliki kredibilitas di bidangnya masing masing.
Acara yang akan dilaksanakan selama 2 hari tersebut, akan diikuti sedikitnya 700 orang peserta.
Dan dalam sejarah kegiatan RIhlah Akbar ke 9 ini termasuk yang paling besar dengan jumlah peserta dan pendukung kegiatan, yang terus meningkat.
“Makanya panitia perlu kerja ekstra dalam mematangkan kegiatan ini, agar semuanya bisa berjalan baik, aman dan lancar” kunci Nur Adzan. (*)




















