Salah satu kewajiban sebagai umat muslim yang masih hidup atas saudara sesama muslim lainnya yang telah meninggal adalah melakukan pengurusan/perawatan jenazah atau yang lebih dikenal dengan pemulasaran jenazah.
Dimana hukum untuk pemulasaran jenazah adalah fardhu kifayah yang artinya jika dalam suatu daerah ada orang yang meninggal dunia, maka orang Islam di daerah tersebut wajib mengurus jenazahnya.
Salah satu divisi Yayasan Tajdidul Iman (YTI), yakni Pengurusan Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) selalu tampil terdepan dalam membantu warga yang mengalami duka dan melakukan edukasi berupa pelatihan pengurusan Jenazah.
Hal ini juga terlihat saat tim binaan ulama Makassar, KH. SUdirman S.Ag melakukan pelatihan Pengurusan Jenazah angkatan ke 123, Kamis 13 Ramadhan 1446 H atau (13/3/2025) di Masjid Al Ikhlas Kompleks Koopsud II (Komando Operasi Udara II)
Kegiatan ini atas undangan atau permintaan Letkol Sus M. Sapari, S.Ag., M.Pd.I. yang menjabat Kabintalid Koopsud II (Kepala Pembinaan Mental dan Ideologi Koopsud II) Sekaligus sebagai Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan Koopsud II 1446 H/2025 M.
“Sejak lama, kami dari PJTI selalu membantu warga TNI AU dalam pengurusan jenazah di kompleks tersebut. Dan pada bulan suci Ramadhan ini, kami diundang untuk melaksanakan pelatihan di Masjid AL Ikhlas AU,” ujar ketua Peduli Umat, ustad Awaluddin Rabu (12/3/2025).
Menurut ustad Awal tidak hanya menyampaikan materi pemulasaraan jenazah saja, tapi tim PJTI yang sudah terlatih juga mempraktikkan secara langsung tata caranya secara lengkap dan jelas.
“Kami berharap materi serta praktik pemulasaraan jenazah dapat diterima dengan baik oleh para Jemaah, dan dapat dipraktekkan” tandas ustad Awaluddin (tim)






















