Pimpinan pondok pesantren Ikhwan Ma’had Fathul Muin (MFM), ustad Herlin Yuftah saat tampil membawakan Khutbah Jumat di Masjid Agung Tajdidul Iman, yang terletak di Moncongloe, kabupaten Maros, Jumat (17/1/2025). Mengajak para jamaah dan kaum muslimin untuk bahu membahu menyelesaikan pembangunan masjid Agung TI tersebut.
“Kita lihat bersama, Mesjid Agung TI ini, sedang dalam tahap pembangunan, maka melalui kesempatan ini, saya mengajak kepada kaum muslimin yang memiliki harta berlebih, mari kita sisipkan sedikit saja dana kita untuk pembangunan mesjid Agung TI ini” ujar ustad Herlin dalam Kutbahnya.
Hal ini, sambung ustad Herlin karena dana yang kita gunakan untuk kemaslahatan ummat apalagi untuk pembangunan masjid, akan bernilai amal jariyah kelak di Yaumil Akhir.
Selain itu, dia juga menilai, jika masjid Agung TI ini, sangat strategis untuk membentuk akhlak remaja, karena selain tempatnya yang luas, masjid ini juga dikelilingi kompleks perumahan.
“Mesjid Agung TI ini, cukup strategis dalam mendidik anak anak kita dengan baik. Selain karena tempatnya sangat luas, juga suasananya sangat sejuk dan menenangkan” tambah ustad Herlin.
Tak lupa, dirinya juga berpesan dengan menyampaikan salah satu hadits nabi SAW tentang 3 hal yang menyelamatkan manusia kelak, seperti Takwa kepada Allah disaat sunyi maupun ramai.
“Saya mengajak jamaah agar rasa takut kepada Tuhan itu jangan hanya hadir disaat ramai saja, tapi juga harus hadir walaupun kita lagi sendiri .” ujarnya.
Kedua, mampu berkata yang baik baik saja, disaat senang maupun disaat marah. Berkata baik disaat marah itu sangat susah karena akal dan hati sedang terhijab.
“Maka wajar kalau nabi SAW mengajarkan kita jika disaat marah, hendaknya kita diam saja. Karena khawatir akan keluar kata kata yang tidak pantas dan jauh dari sifat bijaksana.” Papar ustad Herlin
Yang ke tiga adalah tampil sederhana disaat berkecukupan dan disaat melarat. Dirinya menyinggung tentang penyakit yg menimpa generasi muda hari ini, yaitu ketidak mampuan mereka hidup diatas kesederhanaan, mereka selalu mau tampil ‘wah’ walau itu sebenarnya palsu.
“Misalnya, ada berita kemarin, sejumlah anak anak ramai ramai menyewa HP Iphone saat lebaran agar kelihatan kaya dihadapan temannya. Ini saya lihat sebagai bentuk ketidak dewasaan anak muda hari ini dalam menjalani hidup. Nabi mengajarkan agar kita tampil sederhana dengan mengedepankan fungsi dibanding gengsi .” tandasnya.
Usai membawakan Khutbah Jumat, ustad Herlin Yuftah menyempatkan berkeliling disekitar masjid Agung TI untuk menyaksikan ribuan tanaman yang indah dan menyejukkan mata.
“Subhanallah, sangat indah, ini sangat berbeda dengan suasana tengah kota yang sehari hari penuh dengan kebisingan. Disini sangat tenang dan sejuk” ujar ustad Herlin yang mengaku bangga bisa diundang membawakan khutbah Jumat di masjid Agung tersebut
Dia juga mengungkapkan jika jarak yang harus ditempuh dari ponpes MFM hingga ke masjid Agung TI, dengan waktu kurang lebih 40 menit paling cepat
“Ini kalo tidak macet, dengan jarak dari Ponpes MFM yang terletak di kompleks Takmirul Masajid jalan Banda Makassar hingga ke masjid Tajdidul Iman di Maros ini.” kuncinya, (tim)






















